Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Basis Investasi Digital ASEAN
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menargetkan Indonesia beralih dari pasar digital menjadi basis produksi, inovasi, dan investasi digital di Asia Tenggara. Pemerintah membuka peluang investasi di pusat data, cloud, AI, kabel bawah laut, komputasi, dan energi terbarukan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan, pasar digital Indonesia ditopang 235 juta pengguna internet atau 81,72% populasi. Infrastruktur serat optik juga telah mencapai 460.000 kilometer di lebih dari 5.000 kecamatan.
“Indonesia siap beralih dari pasar digital besar menjadi basis produksi, inovasi, dan investasi digital utama di Asia Tenggara. Kami siap bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Amerika yang ingin membangun di sini untuk pasar Indonesia, untuk ASEAN, dan untuk kawasan Asia-Pasifik yang lebih luas,” kata Nezar dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga
Ditjen Pajak Atur Penyedia Printer Meterai Teraan Digital, Ini Syaratnya
Di sisi lain, pemerintah menargetkan kecepatan broadband seluler mencapai 100 Mbps pada 2029. Kemenkomdigi juga memperkuat konektivitas melalui Palapa Ring, SATRIA-1, dan BTS di wilayah tertinggal.
“Dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia hingga lebih dari Rp4.000 triliun pada 2029, pusat data, layanan cloud, sistem kabel bawah laut, komputasi, dan energi terbarukan merupakan peluang investasi strategis,” jelas Nezar.
Di sektor AI, pemerintah menyiapkan peta jalan AI nasional 2026–2029. Fokusnya mencakup kesehatan, pendidikan talenta digital, reformasi birokrasi, kota pintar, dan ketahanan pangan.
Baca Juga
Investasi teknologi global dilaporkan mulai masuk ke Indonesia. Microsoft mengumumkan investasi US$ 1,7 miliar untuk cloud dan AI, sementara AWS telah menginvestasikan US$ 5 miliar sejak 2021.
“Investor tidak hanya mencari pengguna, tetapi juga infrastruktur, kapasitas cloud, aliran data yang aman, talenta berkualitas tinggi, dan kebijakan yang dapat diprediksi,” tutur Nezar.
Pemerintah, lanjut Nazar, juga menyiapkan regulasi yang lebih ramah investor. Salah satunya melalui standar transparan, konsultasi, dan dialog publik-swasta.
