Ambang Batas Parlemen 5%, Partai Gelora: Belum Final, Masih Sangat Cair
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta kadernya tidak gelisah dengan wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5%. Partai memilih fokus memenuhi syarat keanggotaan dan verifikasi partai politik untuk Pemilu 2029.
Ketua Desk Rekrutmen Anggota DPP Partai Gelora, Triwisaksana mengatakan, wacana tersebut belum final. Menurutnya, dinamika regulasi Pemilu 2029 masih sangat cair.
“Saya tegaskan bahwa dinamika regulasi Pemilu 2029 saat ini masih sangat cair. Ini baru bersifat wacana saja, baik yang threshold 5 persen dan juga kemudian syarat capres diusulkan dua fraksi,” kata Triwisaksana dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Ia menilai wacana ambang batas parlemen 5% masih sebatas manuver atau uji respons dari partai politik di parlemen. Karena itu, kader diminta tidak menghabiskan energi untuk merespons aturan yang belum final.
Triwisaksana juga mengingatkan regulasi Pemilu dapat berubah melalui proses legislasi maupun pengujian di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam putusan 2024, MK menyatakan ketentuan ambang batas parlemen 4% tetap berlaku untuk Pemilu DPR 2024 dan konstitusional bersyarat untuk Pemilu DPR 2029 serta pemilu berikutnya.
“Karena itu, kita tidak perlu down, galau atau risau dalam menentukan strategi politik dalam kepemiluan 2029. Wacana itu masih prematur,” ujarnya.
Baca Juga
Soal Usulan Ambang Batas Parlemen 5%, Puan Maharani: Masih Mentah
Sebagai gantinya, Partai Gelora memprioritaskan rekrutmen anggota dan pemenuhan syarat verifikasi melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU. Langkah tersebut menjadi fondasi sebelum menentukan daerah pemilihan (dapil) prioritas dan strategi pemenangan Pemilu 2029.
“Kita mulai perjuangan ini dari rekrutmen anggota, kita penuhi semua syarat-syaratnya di Sipol KPU untuk verifikasi. Bisa jadi Partai Gelora justru menjadi kuda hitam dan menang di Pemilu 2029,” katanya.
Triwisaksana optimistis rekrutmen anggota secara masif di tingkat kabupaten/kota akan memperkuat kesiapan partai. Strategi lanjutan akan dibahas melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Baca Juga
