Serius Berantas Korupsi, Prabowo: Pak Dadan Tim Sukses Saya, Saya Serahkan ke Kejaksaan
Jakarta, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk serius memberantas korupsi. Prabowo menegaskan tak pandang bulu dalam memberantas korupsi. Bahkan, orang dekat Prabowo pun tidak kebal hukum.
Salah satu buktinya adalah Mantan Kepala Hasan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang terjerat kasus korupsi program makan bergizi gratis (MBG) yang ditangani Kejagung. Padahal, Dadan merupakan mantan anggota tim sukses Prabowo pada Pilpres 2024 lalu.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla
"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," kata Prabowo dalam program "Presiden Menjawab", Rabu (16/9/2026).
Prabowo juga menyebut penyitaan aset Hotel Sultan sebagai contoh. Meski dimiliki oleh Pontjo Sutowo yang merupakan kawannya, hukum tetap dijalankan dengan tegas.
"Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya enggak ada kawan, ini negara," ucapnya.
Keseriusan Prabowo juga ditunjukkan saat menjadi menteri pertahanan (menhan) periode 2019-2024. Prabowo mengaku melarang orang-orang dekatnya untuk berbisnis dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) demi menghindari konflik kepentingan.
"Begitu saya naik jadi menteri pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan," tuturnya.
Hal yang sama dilakukan Prabowo saat menjadi presiden. Prabowo menyatakan melarang kader Partai Gerindra untuk tidak terlibat persoalan hukum. Kepala Negara menegaskan tidak akan melindungi pihak yang melakukan korupsi.
Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan. Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya," kata Prabowo
Baca Juga
Bagi Prabowo, kepentingan rakyat di atas segala hal.
"Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal," tegasnya.
