Wamen LH Soroti Karhutla Gambut Jambi, Dorong Perusahaan Bangun Sekat Kanal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Dalam kunjungan tersebut, Diaz menilai langkah pemadaman yang dilakukan tim gabungan PT Wirakarya Sakti (WKS), Masyarakat Peduli Api, BPBD, TNI/Polri, serta masyarakat setempat sebagai praktik baik yang dapat menjadi contoh dalam pengendalian karhutla, terutama di kawasan lahan gambut.
“Saya lihat tadi best practice yang dilakukan oleh PT WKS di Desa Parit Culum, mereka mengambil air dari Sungai Batang Hari lalu estafet sepanjang 11 km dengan beberapa pompa yang dibawa ke sekat kanal di daerah yang ada titik kebakaran,” kata Wamen Diaz dalam keterangan resminya Sabtu, (5/9/2026).
Penanganan kebakaran di lahan gambut Desa Parit Culum I membutuhkan pasokan air dalam volume besar. Salah satu metode yang diterapkan adalah pembangunan sekat kanal untuk menjaga ketersediaan air di sekitar lokasi terdampak.
PT WKS menyalurkan air dari Sungai Batang Hari ke lokasi kebakaran dengan sistem pompa secara estafet. Pengaliran air tersebut membutuhkan waktu sekitar 6-7 hari hingga mencapai titik kebakaran, sementara proses pemompaan masih berlangsung hingga kini.
Titik api di Desa Parit Culum I pertama kali terdeteksi pada 27 Agustus 2026 di luar area konsesi PT WKS. Penanganan langsung dilakukan pada hari yang sama. Pemadaman api di permukaan lahan berlangsung sekitar empat hari.
Baca Juga
Bareskrim Jerat 112 Tersangka Kasus Karhutla, Buka Lahan Jadi Alasan Utama
Adapun proses pembasahan menggunakan sambunesia masih dilanjutkan untuk mencapai lapisan gambut yang lebih dalam, yang sulit dijangkau melalui metode pemadaman seperti water bombing.
Setelah meninjau lokasi karhutla, Diaz menggelar koordinasi bersama sejumlah perusahaan yang berada di sekitar titik hotspot. Dalam pertemuan tersebut, ia mendorong perusahaan untuk ikut berperan dalam pengendalian karhutla di Jambi, termasuk melalui pembangunan sekat kanal dan membantu distribusi air ke wilayah terdampak.
“Saya minta beberapa perusahaan di Jambi, untuk ikut membantu bangun sekat kenal dan membantu transfer air dari sungai (Batang Hari), kita sudah ada best practice-nya, semoga dengan ini, kebakaran lahan gambut bisa diselesaikan,” tutur Wamen Diaz.
Selain membahas penanganan karhutla, Diaz juga mengingatkan pemerintah daerah mengenai potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Ia meminta Pemerintah Daerah Jambi memperkuat kesiapsiagaan dan melakukan langkah antisipasi sesuai Surat Edaran Menteri LH/Kepala BPLH Nomor 11 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran di TPA pada Kondisi Cuaca Panas Ekstrem.
“Selain karhutla, satu lagi yang saya ingin bahas, mohon jalankan Surat Edaran Menteri LH terkait TPA, tolong Kadis LH perhatikan apakah Jambi sudah melakukan SE Menteri terkait penjagaan TPA dan pengelolaan TPA,” tegas Diaz.
Dalam peninjauan tersebut, Diaz didampingi Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wakapolda Jambi K. Sani, Kasrem 042/Garuda Putih Davy Darma Putra, Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur Anto Widi Nugroho, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Rapat koordinasi juga dihadiri sejumlah perusahaan swasta, di antaranya PT Bahana Karya Semesta, PT Bara Eka Prima, PT Bukit Bintang Sawit, PT Erasakti Wiraforestama, PT Kresna Duta Agroindo, PT Ladang Sawit Sejahtera, PT Petaling Mandraguna, PT Primatama Kreasi Mas, PT Rimba Hutani Mas (Jambi), dan PT Wirakarya Sakti.
