Pemkot Kupang Siapkan Hospitality Sambut PON XXII 2028
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memastikan kesiapan fasilitas dan layanan hospitality untuk menyambut atlet dan wisatawan/turis yang akan datang dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII pada 2028.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis menyatakan, Kota Kupang menjadi salah satu lokasi utama penyelenggaraan PON XXII. Selain Kota Kupang, sejumlah kabupaten di NTT juga akan menjadi tuan rumah.
"Pastinya Kota Kupang sangat antusias ya, mulai dari pemerintah, masyarakat, kami pastinya sedang mempersiapkan ini dengan sangat baik. Mulai dari fasilitas, infrastruktur, dan bagaimana kami membenah mulai dari lapangan-lapangan, khususnya, lalu juga bagaimana nantinya Kota Kupang bisa menjadi tuan rumah yang nyaman," kata Serena dalam podcast Konvergensi bersama CEO Investortrust Primus Dorimulu di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga
Sejumlah Penerbangan dari Kupang ke Flores Dibatalkan Imbas Gempa NTT
Serena menambahkan, penyiapan hospitality menjadi tantangan bagi Kota Kupang mengingat akan ada banyak atlet dan wisatawan yang datang selama PON berlangsung. "Nah, ini menjadi tantangan juga bagi kami ya, khususnya di Kota Kupang, karena mengingat pastinya akan banyak turis, lalu juga para atlet," ujarnya.
Ia menegaskan, para pemerintah daerah akan mempersiapkan fasilitas agar atlet dan pengunjung yang datang ke Kota Kupang dapat beristirahat dengan nyaman.
"Pastinya kami akan mempersiapkan yang terbaik juga untuk para atlet dan juga para pengunjung yang akan berkunjung di Kota Kupang sehingga mereka bisa beristirahat dengan nyaman," tegas Serena.
Dari sisi akomodasi, Serena mengatakan, Kota Kupang saat ini memiliki hotel berbintang empat. Sementara itu, keberadaan hotel berbintang lima lebih banyak terdapat di Labuan Bajo.
Selain hotel, Pemkot Kupang juga menyiapkan homestay sebagai alternatif akomodasi bagi atlet dan wisatawan. "Homestay sudah banyak dan sudah mulai kita persiapkan SOP-SOP-nya juga supaya bisa menjadi tempat yang nyaman untuk para atlet dan juga wisatawan yang akan berkunjung di Kota Kupang," jelas Serena.
Menurut Serena, persiapan SOP tersebut dilakukan karena homestay yang digunakan untuk menampung atlet dan wisatawan harus memenuhi standar tertentu. "Karena pastinya kan ada standar-standar yang harus dipenuhi," imbuhnya.
Selain akomodasi, kesiapan hospitality juga mencakup sektor restoran dan kuliner. Serena menyebutkan, Kota Kupang memiliki banyak restoran, termasuk restoran yang menyediakan makanan halal. "Banyak restoran yang pastinya juga halal. Yang tidak halal juga ada, tapi bagi yang mencari yang halal juga banyak tersedia," ungkapnya.
Serena menyoroti salah satu kuliner yang dikenal dari Kota Kupang adalah Se'i. Dikatakan, wisatawan yang datang tetap dapat menemukan pilihan Se'i halal. "Kalau kami sih terkenalnya yang non-halal, tapi bagi yang harus makannya yang halal juga tersedia," ucapnya.
Ia merekomendasikan tiga makanan lokal yang dapat dicoba wisatawan ketika berkunjung ke Kota Kupang, yakni Se'i, ikan kuah asam, dan jagung bose.
"Untuk para turis yang akan ke Kupang, saya rekomendasikan untuk wajib mencoba Se'i. Lalu juga ada Ikan Kuah Asam. Ikan Kuah Asam, lalu juga ada Jagung Bose. Mungkin tiga itu yang paling terkenal dan wajib dicoba jika berkunjung ke Kupang," kata Serena.
Se’i merupakan kuliner khas NTT berupa daging yang diiris tipis lalu diasapi secara tradisional, umumnya menggunakan daging sapi atau babi.
Sementara itu, ikan kuah asam merupakan hidangan berbahan ikan segar dengan kuah bercita rasa asam, segar, dan gurih. Adapun jagung bose yaitu makanan tradisional NTT berbahan jagung yang dimasak hingga lunak, biasanya bersama kacang-kacangan dan santan sehingga memiliki tekstur lembut dan rasa gurih di lidah.
Kupang Dorong Sport Tourism
Lebih jauh, Serena menggarisbawahi, penyelenggaraan PON XXII diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata di Kota Kupang.
Ia menjelaskan posisi Kupang sebagai kota provinsi membuat daerah tersebut menjadi tempat transit bagi masyarakat dari berbagai kabupaten di NTT yang datang untuk mengurus administrasi.
Baca Juga
"Jadi mungkin lebih banyak yang datang ke Kota Kupang untuk mengurus administrasi karena sebagai kota provinsi. Jadi lebih ke kota jasa. Lalu juga itu pasti menginap, dan banyak yang menginap. Jadi setelah urusan administrasi, lalu mereka pergi ke berbagai daerah yang dekat di Kota Kupang untuk destinasi wisata," tandas Serena.
Dengan adanya PON XXII, Kota Kupang akan menjadi salah satu daerah yang menerima kedatangan atlet dan wisatawan dari berbagai daerah.
Serena mengajak masyarakat dan wisatawan untuk menjadikan Kota Kupang sebagai salah satu tujuan sporttourism. "Ayo bersama-sama kita datang ke Kota Kupang dan jadikan Kota Kupang sebagai tempat yang nyaman untuk sporttourism," tuturnya.
