Kementerian P2MI dan Albania Siapkan MoU Penempatan Pekerja Migran Sektor Hospitality
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, membahas rencana penandatangan nota kesepahaman (MoU) penempatan pekerja migran dengan Charge d’Affaires Kedutaan Besar Republik Albania untuk Indonesia, Nikson Ballço, Senin (15/6/2026).
MoU ini, kata dia, menjadi landasan kerja sama antara Kementerian P2MI dan Kementerian Ekonomi, Budaya, dan Inovasi Albania di bidang penempatan pekerja migran sektor hospitality.
Nantinya, MoU yang tengah disiapkan itu juga akan menjadi payung kerja sama antara Indonesia dan Albania dalam membuka peluang penempatan tenaga kerja Indonesia secara legal, terukur, dan saling menguntungkan.
“MoU ini nantinya akan menjadi kerangka kerja sama antar pemerintah. Setelah itu, proses penempatan pekerja migran akan dilakukan melalui skema private to private atau kerja sama antara agensi di Albania dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI),” katanya di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis.
Christina mengatakan, Albania saat ini berkembang sebagai salah satu destinasi wisata di kawasan Eropa dan membutuhkan tenaga kerja untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan hospitality yang terus meningkat.
Baca Juga
Kementerian P2MI Bidik 500 Peluang Kerja di Resort Mewah UEA
“Albania merupakan salah satu negara yang sektor pariwisatanya berkembang cukup pesat dan membutuhkan tenaga kerja di bidang hospitality. Ini menjadi peluang yang menarik bagi pekerja migran Indonesia yang memiliki pengalaman dan kompetensi di sektor tersebut,” jelas Christina.
Ia melanjutkan, persiapan penandatanganan MoU dilakukan sejalan dengan rencana kunjungan Menteri Ekonomi, Budaya, dan Inovasi Albania ke Indonesia pada akhir Juli 2026 mendatang.
Christina berharap, penandatanganan MoU menjadi pintu masuk pembukaan pasar kerja baru, sekaligus peluang kerja yang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia, dan mendukung kebutuhan tenaga kerja sektor hospitality di Albania.
“Kami akan memastikan seluruh proses dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dengan tetap mengedepankan aspek perlindungan pekerja migran Indonesia,” imbuh politikus Partai Golkar.
