Prabowo Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Hanya Untungkan Segelintir Orang
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan tidak boleh hanya menuntungkan segelintir orang. Pembangunan, katanya, harus dinikmati seluruh masyarakat, bahkan hadir di meja makan tiap keluarga.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Easteran Economic Forum (EEF) 2026 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Samudra Pasifik Penghuung Ekonomi Indonesia dan Rusia
Pada gelaran St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 lalu, Prabowo menyatakan telah menjelaskan mengenai filosofi ekonomi Indonesia sebagai realisme, pragmatisme, dan pencapaian kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang. Indonesia, katanya, percaya pada inisiatif, kreativitas, dan inovasi sektor swasta. Namun, Indonesia juga percaya pemerintah harus melindungi yang lemah, mengelola sumber daya nasional dengan baik, harus memberantas korupsi, dan berinvestasi pada kebutuhan jangka panjang rakyat dan bangsa.
"Itulah arti pembangunan untuk manfaat masyarakat bagi Indonesia. Manfaat terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang. Pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang. Pembangunan harus diukur di meja makan keluarga biasa," katanya.
Sejumlah kebutuhan masyarakat harus dipenuhi oleh pemerintah. Mulai dari makanan bergizi bagi anak-anak, pupuk dan harga yang adil bagi petani, rumah yang layak bagi keluarga, dan lapangan pekerjaan yang produktif bagi generasi muda.
Hal ini yang mendorong pemerintah Indonesia menjalankan program makan begizi gratis (MBG), swasembada pangan dan energi, hingga hilirisasi dan industrialisasi.
"Inilah sebabnya kami mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, bukan pertumbuhan demi pertumbuhan semata, tetapi pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju martabat," katanya.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Tingkatkan Kerja Sama dengan Rusia
Kepala Negara meyakini EEF 2026 merupakan forum yang digelar untuk menjawab pertanyaan mendasar yang diajukan rakyat Indonesia kepadanya.
"Bagaimana kekayaan besar suatu wilayah dapat diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang yang tinggal di sana?" katanya.
