Tingkat Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Turun, Qodari Akui Komunikasi Pemerintah Jadi PR
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah merespons survei Poltracking Indonesia terhadap tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang turun menjadi 55,1%.
Kepala Bakom Muhammad Qodari mengakui komunikasi pemerintah masih menjadi pekerjaan rumah. Untuk itu, Bakom akan terus memperkuat komunikasi terkait program-program pemerintah. Menurutnya komunikasi antarkementerian dan lembaga tetap diperlukan agar informasi mengenai program pemerintah lebih mudah diakses masyarakat.
“PR berikutnya adalah komunikasi. Jadi memang komunikasi kita ini harus lebih intensif, harus lebih maksimal, harus lebih proaktif,” ujar Qodari di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga
Tingkat Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Turun Jadi 55,1%, Poltracking Beri 5 Rekomendasi
Salah satu upaya yang dilakukan Bakom adalah menggelar konferensi pers mingguan untuk memperbarui perkembangan program strategis pemerintah. Selain itu, K/L juga diundang secara bergiliran untuk menyampaikan perkembangan program masing-masing kepada publik.
Qodari mengatakan penguatan komunikasi tidak hanya dilakukan dengan K/L di tingkat pusat. Bakom juga akan mengoptimalkan jaringan komunikasi pemerintah daerah setelah forum Bakohumas mempertemukan humas K/L dengan humas pemerintah daerah.
“Kita punya forum untuk bertemu bukan hanya dengan humas dari K/L tapi juga dengan pemerintah daerah, sehingga nanti dari pemerintah daerah kita juga bisa optimalkan jalur-jalur komunikasinya,” katanya.
Unggulkan Program Pemerintah
Qodari menilai peningkatan kepuasan publik tidak hanya bergantung pada komunikasi, tetapi juga perbaikan pelaksanaan program pemerintah. Ia menyebut program Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat sudah jelas, meski terdapat sejumlah persoalan teknokrasi yang masih diperbaiki.
"Memang ada beberapa program punya problem teknokrasi, tapi itu sekarang sedang diperbaiki. Contoh paling nyata kan soal MBG, bagaimana sekarang ada banyak perbaikan yang dilakukan oleh Pak Sudaryono (Kepala BGN)," katanya.
Baca Juga
Bakom: 8.000 Humas Siap Perkuat Komunikasi Program Pemerintah
"Dan beliau sangat tegas, ada SPPG yang ditutup, ada kepala SPPG yang disanksi ya. Banyak sekali program-programnya, termasuk juga membuat program agar menu-menu MBG itu bisa dipantau oleh masyarakat," jelas Qodari.
Belajar dari hal tersebut, Bakom menyebut akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Intinya kita akan lebih proaktif dan lebih intensif lagi dalam komunikasi,” kata Qodari.
