Pemerintah Kucurkan Rp 15,3 Triliun untuk KIP Kuliah 2026, Targetkan 1,04 Juta Mahasiswa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15,3 triliun untuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada tahun 2026. Dana tersebut disiapkan untuk membiayai sebanyak 1.047.221 mahasiswa penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyampaikan komitmen pendanaan ini akan terus berlanjut. Bahkan, anggaran KIP Kuliah diproyeksikan kembali naik menjadi Rp 15,37 triliun pada tahun 2027 mendatang.
Qodari menjelaskan, KIP Kuliah merupakan skema bantuan sosial Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi yang difokuskan bagi mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin.
"Tujuan program ini adalah memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa tidak mampu secara ekonomi, dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi," kata Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga
Jangkau Wilayah 3T, Penerima KIP Kuliah 2026 Tembus 85 Ribu Mahasiswa
Menurut Qodari, tren alokasi anggaran KIP Kuliah terus menunjukkan grafik peningkatan secara konsisten sejak pertama kali bergulir pada 2020.
Pada 2020, realisasi anggaran KIP Kuliah tercatat Rp 6,4 triliun untuk 1.005.718 penerima. Angka ini terus naik setiap tahun, yakni Rp 9 triliun untuk 1.127.777 penerima pada 2021; Rp 9,9 triliun untuk 780.014 penerima pada 2022; Rp 11,7 triliun untuk 916.827 penerima pada 2023; Rp 13,4 triliun untuk 1.022.084 penerima pada 2024; hingga mencapai Rp 14,9 triliun untuk 1.115.595 penerima pada 2025.
Sejak diluncurkan pada 2020 sebagai transformasi dari program Bidikmisi, KIP Kuliah rata-rata menyaring sekitar 200.000 mahasiswa baru per tahun. Hingga akhir semester genap 2026, program ini mencatatkan keberhasilan dengan meluluskan 526.928 mahasiswa jenjang sarjana/sarjana terapan serta 83.561 mahasiswa jenjang diploma.
Baca Juga
Desil KIP Kuliah Berubah, Mensos Gus Ipul Minta Mahasiswa Tak Khawatir dan Segera 'Update' Data
