Gempa Susulan Masih Terasa, Warga Mbay di NTT Kekurangan Listrik dan Air Bersih
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kondisi warga di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terdampak setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026). Gempa susulan masih dirasakan warga meski intensitasnya mulai melemah.
Berdasarkan laporan warga Mbay pada Minggu (16/8/2026) kepada Investortrust, sejumlah rumah mengalami kerusakan parah hingga hancur. Retakan juga ditemukan pada lantai sejumlah bangunan.
Warga memilih beraktivitas di ruang terbuka untuk mengantisipasi dampak gempa susulan. Sebagian mendirikan tenda di depan rumah, sementara lainnya tidur di halaman, teras atau area terbuka.
Aktivitas ibadah juga dilakukan di luar bangunan. Di wilayah Roe, warga terpantau melaksanakan misa di halaman gereja dengan menggunakan tenda sebagai tempat berlindung.
Di Kelurahan Danga, Mbay, sedikitnya 31 rumah di RT 029 mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 25 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan enam rumah mengalami kerusakan ringan.
Baca Juga
Gempa Flores Ganggu 200 BTS, Kemenkomdigi Kebut Pemulihan Jaringan
Listrik dan Telekomunikasi Terganggu
Layanan dasar warga juga masih menghadapi gangguan. Pasokan listrik dilaporkan padam total sehingga warga kesulitan mengisi daya telepon seluler dan perangkat komunikasi lainnya.
Sementara itu, jaringan telekomunikasi dan internet masih sangat terbatas dan tidak stabil. Sinyal sempat muncul pada dini hari, sedangkan sejumlah wilayah seperti Nangaroro dan Tanjung dilaporkan dapat menangkap sinyal dari arah Ende.
Kondisi tersebut membuat komunikasi warga menjadi terbatas, terutama untuk memperoleh informasi maupun berkoordinasi dalam penanganan pascagempa.
BBM dan Akses Jalan
Tak hanya itu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian warga. SPBU Aeramo dilaporkan masih beroperasi dengan stok Pertalite tersedia. Namun, antrean pembelian BBM di SPBU Danga terpantau padat dan sempat terjadi kericuhan.
Di sisi lain, akses jalan darat Mbay–Nangaroro masih dapat dilalui dengan aman dan lancar. Arus kendaraan di jalur tersebut relatif sepi.
Dari sisi transportasi udara, Bandara Ende dilaporkan ditutup dan seluruh penerbangan dibatalkan. Penutupan tersebut menyusul laporan kerusakan pada sejumlah infrastruktur bandara di Flores. Sementara itu, Bandara Soa di Bajawa masih beroperasi.
Baca Juga
Warga Butuh Air dan Pangan
Di tengah kondisi pascagempa, kebutuhan mendesak warga meliputi air bersih dan air minum. Air minum dalam kemasan, baik botol maupun galon, dibutuhkan untuk didistribusikan kepada warga.
Selain itu, warga membutuhkan beras sebagai bahan pangan pokok serta lauk-pauk yang dapat disimpan dalam waktu lama, seperti ikan asin atau ikan kering, makanan kaleng, dan makanan siap santap.
Kebutuhan tersebut menjadi prioritas seiring masih terbatasnya layanan dasar dan aktivitas warga yang sebagian besar dilakukan di ruang terbuka untuk mengantisipasi gempa susulan.

