TNI Kerahkan Hercules dan KRI Tangani Dampak Gempa NTT
JAKARTA, investortrust.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) segera mengerahkan personel ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
TNI juga menyiapkan kekuatan dan sarana pendukung guna mempercepat distribusi serta mobilisasi personel dan logistik. Dukungan tersebut mencakup pesawat Hercules dan kapal perang Republik Indonesia (KRI), yang penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan.
“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga
Gerak Cepat Prabowo Tangani Gempa NTT, Kerahkan Tim Gabungan dan Kirim Bantuan
Personel yang saat ini diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak berasal dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.
Nas mengatakan, TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan terpadu.
Berdasarkan data sementara, pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis total jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 47 orang.
Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang dan Ende satu orang.
Data sementara sore tadi, pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah lima unit, kantor enam unit dan sejumlah fasilitas umum lain.
Baca Juga
Update Korban Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan Ratusan Rumah Rusak
Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT.
Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50.000 paket dengan berat 275 ton. Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Sekretaris Kabinet.

