Karhutla di Bromo Tersisa 2 Titik Api, Kepala BNPB Ungkap Kendalanya
JAKARTA, Investortrust.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, masih berlangsung meski jumlah titik api terus menyusut. Saat ini, hanya tersisa dua titik api aktif yang menjadi fokus utama pemadaman tim gabungan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan, sebelumnya terdapat 34 titik api di kawasan tersebut. Namun, sebagian besar telah berhasil dipadamkan sehingga kini hanya menyisakan dua titik yang masih terbakar.
“Sekarang kan masih dalam upaya pemadaman, kemarin 34 titik, sekarang tersisa dua titik di B30 perbatasan Probolinggo, Malang, ada lagi di lembah itu,” kata Suharyanto di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Baca Juga
6 Provinsi Rawan Karhutla, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat
Sebanyak dua titik api yang tersisa berada di kawasan B30 yang berbatasan dengan Probolinggo-Malang serta satu area lembah yang sulit dijangkau. Kondisi medan yang curam dan vegetasi kering di kawasan savana membuat proses pemadaman tidak mudah dilakukan.
Suharyanto menegaskan, tim di lapangan terus berupaya menuntaskan pemadaman di dua titik tersebut. Namun, ia mengakui kondisi geografis menjadi tantangan utama dalam percepatan penanganan.
“Tentunya kita berharap hari ini bisa selesai, tapi memang ada kendala di lapangan terutama di titik lembah,” ujarnya.
Meski jumlah titik api menurun signifikan, pemerintah tetap mempertahankan status penutupan kawasan TNBTS untuk wisatawan. BNPB bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan intensif setidaknya selama satu pekan sebelum memutuskan pembukaan kembali kawasan.
“TNBTS masih ditutup karena kita ingin betul-betul yakin dan aman. Kita lihat dulu kondisinya paling tidak seminggu, nanti baru dievaluasi,” tegasnya.
Baca Juga
Karhutla Meluas, Pemerintah Tegaskan Belum Ada Keluhan dari Negara Tetangga
BNPB juga menyoroti faktor cuaca panas akibat fenomena El Nino yang meningkatkan risiko karhutla, terutama di kawasan savana Bromo yang didominasi ilalang dan semak kering. Kondisi tersebut membuat api mudah menyebar saat suhu tinggi dan kelembapan rendah.
Sementara itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilakukan untuk membantu pemadaman di TNBTS. Pelaksanaan masih terkendala kondisi atmosfer yang belum mendukung pembentukan awan hujan.

