Kapolri Minta Masyarakat Tak Buat Berita Hoaks
JAKARTA, investortrust.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat tidak membuat berita yang tidak benar atau hoaks. Listyo Sigit meminta masyarakat tidak memanfaatkan kebebasan berekspresi dan berpendapat dengan membuat dan menyebarkan hoaks atau tindakan lain yang melanggar aturan perundang-undangan.
"Tentunya kebebasan itu ada, namun jangan melakukan hal-hal yang sifatnya melanggar, apa lagi kemudian membuat berita-berita yang tidak benar," kata Listyo di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga
Listyo mengatakan, kepolisian akan mengambil langkah hukum jika menemukan adanya pelanggaran.
"Apa lagi melakukan tindakan-tindakan yang tentunya melanggar undang-undang. Tentunya kami harus mengambil langkah," katanya.
Dikatakan, jajaran Polri dan Satgas Siber saat ini sedang mendalami penyebaran hoax yang memecah belah masyarakat, termasuk terkait demonstrasi. Untuk itu, Listyo Sigit meminta masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi yang sesuai dengan fakta.
"Tentunya terkait dengan kegiatan masyarakat di media sosial, harapan kita berikan informasi-informasi yang sesuai dengan fakta. Karena undang-undang mengaturnya," katanya.
Sebelumnya, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago meminta aparat penegak hukum untuk mendalami hoaks terkait aksi demonstrasi. Dikatakan, akun media sosial penyebar hoax bisa dijerat pidana.
"Kami akan temukan akunnya. Kalau misalnya terjadi bahwa itu ada indikasi dan bisa memenuhi ketentuan-ketentuan pelanggaran tindak pidana, kami akan lakukan itu dan kami akan lakukan tindakan secara tegas untuk itu," kata Djamari dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polkam.
Baca Juga
Menko Polkam Tegaskan Pemerintah Tak Larang Demonstrasi: Asal Tertib dan Tak Anarkis
Menurut Djamari, akun-akun tersebut kerap menyebarkan informasi hoaks soal seruan aksi demonstrasi berbau anarkis. Salah satu bentuk informasi yang kerap disebarkan akun-akun media sosial itu yakni video yang menggambarkan aksi demonstrasi di Jakarta. Djamari mengatakan, aksi demonstrasi yang ada di dalam video itu bukanlah peristiwa yang terjadi saat ini. Tak tertutup kemungkinan, video demonstrasi itu merupakan rekaman lama yang kembali disebarkan.
"Video itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada di wilayah Indonesia, di tanah air kita ada hoaks-hoaks yang seperti itu. Mungkin itu terjadi pada masa lalu. Pada saat sekarang ini ke depan tidak ada," tegasnya..
Djamari memastikan situasi seluruh Indonesia dalam kondisi aman dan terkendali. Djamari meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan berita hoax di media sosial.
