PKB Dukung Penuh Kebijakan Ekspor Satu Pintu Sumber Daya Alam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan dukungan penuh langkah Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan ekspor satu pintu komoditas sumber daya alam. Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mulanya menyinggung perjalanan ekonomi Indonesia selama 25 tahun terakhir yang dinilai terlalu bergantung pada dinamika pasar global.
Akibat ketergantungan tersebut, pengelolaan kekayaan alam dalam negeri kerap terabaikan.
Mengutip hasil Ijtima Ulama, PKB menilai langkah ketat yang diambil pemerintah saat ini sebagai momentum penting untuk merebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa. Sebagai bentuk dukungan konkret, PKB menyuarakan penyatuan pintu ekspor bagi komoditas sumber daya alam guna memastikan seluruh kekayaan negara dikelola maksimal demi kemakmuran rakyat.
"PKB mendukung satu pintu ekspor seluruh sumber daya alam yang kita yakini menjadi salah satu cara utama dari dimulainya menegakkan kedaulatan ekonomi di bumi nusantara tercinta," kata Muhaimin dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Tahun PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menjelaskan tema resmi Harlah PKB kali ini adalah 'Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi', yang kemudian dirangkum dalam satu istilah kunci 'Prabowonomics'.
Baca Juga
"Tema ini sebagai rasa syukur dan kesungguhan PKB untuk terus bersama-sama membawa arah baru ekonomi nasional, menjadi kekuatan bangsa yang mandiri dan kokoh berdasarkan kekuatan sendiri," ujar Cak Imin di hadapan Presiden dan para pimpinan partai serta kiai yang hadir.
Cak Imin menyoroti komitmen mendalam Presiden Prabowo terhadap amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan napas perjuangan dan komitmen PKB sejak awal.
"Kami sering mendengar Bapak Presiden menyampaikan: sebelum tidur ingat Pasal 33 UUD 1945, bangun tidur ingat Pasal 33 UUD 1945. Ini sama dengan harapan dan komitmen PKB bahwa tujuan utama kita bernegara tidak lain adalah mengembalikan hak-hak ekonomi rakyat untuk bisa terwujud kesejahteraan secepat-cepatnya," terang dia.
Hadir pada acara tersebut adalah Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menko Pangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Menko IPK sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, serta para pejabat tinggi negara dan pimpinan partai politik lain.
