Kemenkomdigi Bongkar Akal-akalan Registrasi SIM Biometrik di Pasaran
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) membongkar praktik akal-akalan registrasi kartu SIM berbasis biometrik di tingkat penjual. Temuan tersebut terjadi meski operator seluler telah menerapkan registrasi menggunakan teknologi pengenalan wajah.
Dirjen Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, masih ada oknum penjual yang mengaktifkan kartu SIM menggunakan biometrik miliknya sendiri sebelum dijual kepada pelanggan. Praktik itu berpotensi merugikan konsumen karena nomor telepon tidak terdaftar atas nama pengguna sebenarnya.
“Masih ada yang mau coba-coba. Kartu diaktivasi dengan wajahnya, dibawa oleh customer, setelah customer pakai, kemudian di-unregister, jadi customer-nya merugi,” ujar Edwin dalam keterangan resmi, Senin (20/7/2026).
Menurut Edwin, registrasi kartu SIM harus menggunakan data biometrik pemilik yang sah. Penggunaan identitas orang lain dinilai bertentangan dengan tujuan penerapan registrasi biometrik.
“Ini praktik-praktik di lapangan yang harus diperhatikan. Kita sekarang eranya kejujuran, apa yang kita pakai itu harus atas nama kita,” tegasnya.
Baca Juga
6,8 Juta Nomor Seluler Sudah Registrasi Biometrik, Kemenkomdigi Ajak Masyarakat Lindungi NIK
Ia menilai implementasi registrasi biometrik membutuhkan komitmen seluruh pihak. Tidak hanya operator seluler, penjual kartu SIM juga wajib mematuhi prosedur registrasi yang benar.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, mayoritas pelaku usaha telah menjalankan registrasi biometrik sesuai ketentuan. Namun, Kemenkomdigi masih menemukan sebagian kecil penjual yang belum patuh.
Edwin berharap praktik penyalahgunaan tersebut segera dihentikan. Dengan begitu, sistem registrasi biometrik dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pelanggan sekaligus meningkatkan keamanan ekosistem telekomunikasi nasional.
“Sudah lebih banyak yang comply daripada yang tidak, tapi yang tidak ini semoga semakin lama semakin menghilang dan kita bisa berjalan dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.
