Kemenkomdigi: Registrasi Biometrik SIM Card di Jatim Capai 100%
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan implementasi registrasi biometrik untuk aktivasi kartu SIM di Jawa Timur (Jatim) telah berjalan penuh. Seluruh operator seluler dinyatakan memenuhi ketentuan dengan tingkat kepatuhan mencapai 100%.
Kepastian tersebut didapat usai Kemenkomdigi melakukan inspeksi selama dua hari di Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo. Pemeriksaan dilakukan bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Telkomsel, Indosat, dan XLSMART.
Baca Juga
Dinilai Masih Mahal, ATSI Minta Tarif Verifikasi Biometrik Dipangkas
Dirjen Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, pihaknya tidak menemukan kartu SIM yang telah diaktifkan menggunakan identitas milik orang lain. Seluruh proses registrasi telah menggunakan sistem biometrik sesuai aturan.
"Dalam dua hari ini kami tidak menemukan pre-registered card atau kartu yang sudah diaktifkan menggunakan data atau NIK milik orang lain. Kami juga melihat kepatuhan tiga operator sudah mencapai 100%," kata Edwin dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, hasil inspeksi pada 8-9 Juli 2026 menunjukkan seluruh sistem registrasi biometrik telah berjalan dengan baik. Proses aktivasi kartu SIM juga berlangsung sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
"Semua sistem biometrik untuk registrasi sudah berjalan baik. Tidak ada kebocoran, jadi 100% compliance dari tiga operator," ujarnya.
Kendati demikian, Kemenkomdigi menegaskan pengawasan akan terus diperketat. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan identitas dalam registrasi pelanggan seluler.
Baca Juga
Cegah Nomor 'Bodong', Kemenkomdigi Klaim Kesuksesan Registrasi Biometrik Tembus 83%
"Kalau masih ada lagi praktik-praktik penyalahgunaan NIK milik orang lain yang digunakan untuk registrasi SIM, akan kami tindak lebih keras lagi. Nanti kami akan bekerja sama dengan kepolisian, karena itu bagian dari pencurian data pribadi," tegas Edwin.
Sebelumnya, implementasi registrasi biometrik tidak berdampak signifikan terhadap penjualan kartu SIM baru. Berdasarkan pemantauan Kemenkomdigi, penjualan harian tetap berada di kisaran 250.000 hingga 260.000 kartu per hari.
Edwin mengapresiasi dukungan operator seluler, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjalankan kebijakan tersebut. Ia berharap setiap kartu SIM ke depan hanya didaftarkan menggunakan identitas pemilik yang sah demi memperkuat perlindungan data pribadi.
