Buka Link Komoditas Daerah ke Pasar Global, Apkasi Matangkan Persiapan Otonomi Expo 2026
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) resmi menggelar Technical Meeting Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada Selasa (14/7/2026) siang. Pertemuan teknis ini dilaksanakan untuk mematangkan persiapan seluruh eksibitor, kontraktor, dan mitra pendukung sebelum perhelatan akbar AOE 2026 resmi diselenggarakan pada 27–29 Agustus 2026 mendatang.
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas menjelang pameran, melainkan momentum krusial untuk mempromosikan dan memasarkan potensi ekonomi daerah ke panggung internasional. Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional bertumpu pada kekuatan ekonomi di tingkat daerah.
"Di era kompetisi saat ini, potensi yang baik saja tidak cukup. Potensi harus dipromosikan, dikemas, dan dipasarkan. Kita membutuhkan panggung dan forum bersama, dan salah satu forum terbaik yang dimiliki pemerintah kabupaten saat ini adalah Apkasi Otonomi Expo," ujar Sarman.
Baca Juga
Perkuat Soliditas dengan Apkasi, Mendes Yandri Incar Solusi Konkret Bangun Desa
Mengusung tagline “Trade, Tourism, Investment, and Procurement”, AOE 2026 didesain melampaui batas pameran konvensional dengan mengintegrasikan lima pilar kegiatan utama:
Business Matching Komoditi dan Investasi: Sesi yang mempertemukan pemerintah kabupaten secara langsung dengan investor dan buyer guna memetakan kecocokan perdagangan komoditas unggulan, investasi daerah, serta pariwisata.
Business Matching Procurement: Forum inklusif untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mempertemukan penyedia swasta dengan Pengguna Anggaran dari pemerintah kabupaten, Rumah Sakit Daerah, BUMD, kementerian/lembaga, hingga institusi TNI/Polri.
Forum Perdagangan Antardaerah: Ruang komunikasi yang mempertemukan kabupaten produsen dengan kabupaten konsumen untuk komoditas pangan strategis demi menjaga stabilitas domestik dan ketahanan pangan nasional.
Edukasi Lapangan (Field Trip): Kunjungan lapangan ke Kabupaten Karawang untuk mempelajari ekosistem pertanian modern hulu-hilir yang dikembangkan oleh kelompok tani milenial.
Workshop Capacity Building: Peningkatan kapasitas ASN daerah bertema peningkatan pembiayaan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, hasil kerja sama Apkasi dengan Bappenas dan OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development).
Baca Juga
Pemerintah Beri Relaksasi Gaji Guru P3K Paruh Waktu bagi 78 Pemda, Berlaku Satu Tahun
Selain sektor bisnis, AOE 2026 menjadikan kebudayaan sebagai instrumen diplomasi ekonomi. Kekayaan nusantara akan ditampilkan melalui festival seni, pertunjukan tari daerah, dan fashion show Wastra Nusantara. Sebagai wadah kreativitas pemuda, digelar pula lomba video kreatif bertema "Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas".
Sarman optimistis integrasi budaya dan bisnis ini akan mempercepat roda ekonomi daerah. Rapat teknis interaktif di ICE BSD ini dihadiri oleh ratusan perwakilan dari pemerintah kabupaten seluruh Indonesia, perwakilan kementerian/lembaga negara, serta para pelaku usaha swasta.
