6,8 Juta Nomor Seluler Sudah Registrasi Biometrik, Kemenkomdigi Ajak Masyarakat Lindungi NIK
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mencatat sebanyak 6,8 juta nomor seluler telah melakukan registrasi biometrik hingga Juli 2026. Pemerintah mengajak masyarakat segera melakukan verifikasi untuk mencegah penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid mengatakan, registrasi biometrik menjadi bagian dari penguatan identitas digital. Langkah ini juga mendukung keamanan layanan keuangan digital yang kini semakin banyak diakses melalui telepon seluler.
"Sudah 6,8 juta masyarakat yang melakukan registrasi biometrik. Kita mengajak agar nomor-nomor itu dikenali milik siapa dengan cara yang lebih bertanggung jawab," ujar Meutya dalam OJK Banking Forum 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Meutya, registrasi biometrik menjadi salah satu langkah untuk menekan penyalahgunaan data pribadi yang masih terus terjadi. Pasalnya, kebocoran data yang terjadi beberapa tahun lalu masih dimanfaatkan pelaku untuk berbagai tindak kejahatan digital.
Baca Juga
Kemenkomdigi: Registrasi Biometrik SIM Card di Jatim Capai 100%
"Kebocoran data sudah terjadi lama, lima sampai 10 tahun lalu. Tapi kebocoran data itu terus dipakai sampai sekarang untuk menggunakan NIK orang untuk kejahatan-kejahatan lainnya," katanya.
Ia mengimbau masyarakat segera melakukan biometrik melalui operator seluler masing-masing. Langkah itu untuk memastikan setiap NIK hanya digunakan oleh pemilik yang sah.
"Kita enggak tahu ternyata NIK kita dipakai yang lain dan kemudian terafiliasi dengan kejahatan-kejahatan digital. Karena itu mari kita lakukan biometrik dengan operator seluler masing-masing," ujarnya.
Kemenkomdigi sebelumnya memastikan registrasi biometrik dilakukan melalui pencocokan data dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Operator seluler hanya melakukan verifikasi identitas dan tidak diperkenankan menyimpan data biometrik pelanggan.
