10 Asosiasi Desa Kompak Dukung Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA, investortrust.id – Sepuluh asosiasi desa di Indonesia secara resmi menyatakan komitmen penuh untuk mengawal dan mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita keenam, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Dukungan tersebut disampaikan setelah terlaksananya rapat koordinasi khusus antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama 10 asosiasi desa.
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto mengapresiasi kekompakan dari 10 asosiasi desa tersebut. Menurutnya, program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki lokus utama di desa, sehingga peran aktif aparatur dan masyarakat desa sangat krusial.
"Alhamdulillah, semua 10 asosiasi desa ini siap mengawal, baik dari sisi pembangunan maupun operasionalisasinya. Aspirasi mereka menunjukkan bahwa program MBG dan KDKMP ini benar-benar menyentuh kebutuhan riil dan mendongkrak ekonomi warga desa," ujar Yandri Susanto dalam acara Pernyataan Bersama 10 Asosiasi Desa Mendukung Program MBG dan KDMP "Mewujudkan Asta Cita Ke 6 Presiden Republik Indonesia Melalui 12 Aksi Menteri Desa dan PDT" di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga
Cak Imin Setuju MBG Diprioritaskan untuk Ibu Hamil dan Menyusui serta Balita
Yandri menjelaskan bahwa program MBG telah melahirkan berbagai desa tematik berbasis potensi lokal, seperti desa melon, desa jagung, desa beras, desa nila, hingga desa ayam petelur. Rantai pasok bahan baku ini bermitra langsung dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG).
Selain meningkatkan asupan gizi masyarakat yang selama ini jarang mengonsumsi telur atau daging ayam, program MBG juga menyerap sekitar 50 warga desa sebagai tenaga kerja atau relawan di setiap SPPG. Sementara itu, terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), Yandri menekankan perannya sebagai sumber pendapatan baru bagi desa. Di antaranya 20% dari pendapatan KDKMP akan dialokasikan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), 80% Sisa Hasil Usaha (SHU) akan dikembalikan langsung untuk kesejahteraan rakyat di desa, dan tenaga kerja sepenuhnya direkrut dari warga desa setempat guna menekan angka pengangguran.
Semua dukungan ini diterjemahkan Kemendes PDT ke dalam 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia, yang mencakup pengembangan desa wisata, desa ekspor, desa ketahanan pangan, penguatan BUMDes, hingga KOPDES.
Baca Juga
Gibran Ajak Mahasiswa Cek MBG dan Kopdes ke Daerah, Akademisi: Langkah Berani
Pernyataan Sikap Bersama 10 Asosiasi Desa
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Papdesi) Wargiyati mewakili juru bicara dari 10 asosiasi desa membacakan pernyataan sikap bersama. Adapun 10 asosiasi yang tergabung meliputi Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia Merah Putih (Apdesi Merah Putih), Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PP PPDI), Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN PPDI), Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), Asosiasi Kepala Desa Nasional (Aksi), Komunitas Purna Bakti Kepala Desa dan Lurah Seluruh Indonesia (Kompakdesi), dan Gerakan Masyarakat Desa (Gema Desa).
"Menyatakan komitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Keenam Presiden, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan," ungkap Wargiyati.
Selanjutnya, Wargiyati bersama 10 asosiasi desa mendukung penuh pelaksanaan 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia Menteri Desa dan PDT sebagai langkah nyata memperkuat tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan pembangunan daerah tertinggal.
Ada tiga poin utama dalam deklarasi bersama tersebut. Pertama, mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menurut Wargiyati, program MBG sangat membantu warga desa, telah menyerap tenaga kerja di desa sebagai relawan. MBG juga menjadi pendorong utama pembentukan desa tematik seperti desa melon, desa padi, desa tomat, desa ayam pedaging, hingga desa ayam petelor dan lain-lain untuk menyiapkan rantai pasok bahan baku yang memberi dampak pengganda (multiplier effect) serta meningkatkan perputaran ekonomi desa.
"Program MBG dapat mengatasi kebutuhan pangan masyarakat desa yang rentan dan anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang memadai untuk ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, balita, anak SD, SMP dan SMA, termasuk warga masyarakat yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T)," jelas Wargiyati.
Selanjutnya, asosiasi desa mendukung penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai lokomotif penggerak ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga dan menuntaskan angka kemiskinan. Pembangunan KDKMP telah dan akan menyediakan bahan pokok secara murah dan terjangkau bagi masyarakat desa, perluasan lapangan kerja bagi warga desa, serta peningkatan akses ekonomi masyarakat desa dalam memutus rantai pihak rentenir.
"Asosiasi desa meminta pemerintah untuk menjadikan KDKMP sebagai sentra penyaluran pelayanan kebutuhan untuk peningkatan produksi warga desa seperti layanan pupuk murah dan terjangkau, sarana dan prasarana pertanian, perkebunan, perikanan, hingga layanan kesehatan untuk masyarakat," tutur Wargiyati.
Ketiga, mengingat strategisnya MBG dan KDKMP, asosiasi meminta pemerintah untuk terus lakukan perbaikan serta penyempuranaan tata kelola agar kedua program prioritas nasional ini tidak terjadi penyimpangan melainkan berjalan lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran bagi warga desa.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria, serta seluruh jajaran eselon satu.
