Dukung Program Prabowo, Kemenkop Dorong Koperasi Susu Jadi Pemain Utama Program Makan Bergizi Gratis
Poin Penting
|
PASURUAN, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen penuh mendorong koperasi susu nasional untuk mengambil peran sentral dalam rantai pasok pangan, khususnya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini ditandai melalui Launching Penguatan Koperasi Bagi Kedaulatan Gizi Nasional yang digelar di Koperasi Usaha Ternak Tani (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (30/7/2027).
Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, menegaskan koperasi riil seperti sektor persusuan terbukti memiliki ekosistem bisnis yang solid dari hulu ke hilir. Kemenkop, kata Koko, hadir untuk memastikan produk susu segar lokal hasil perahan peternak rakyat dapat terserap secara optimal di pasar nasional.
“Kemenkop saat ini sedang mengawal Peraturan Presiden terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Melalui regulasi ini, kita memastikan koperasi sektor riil—khususnya koperasi susu—dapat terintegrasi langsung dengan program-program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis,” ujar Koko saat membacakan sambutan resmi mewakili Menteri Koperasi.
Ia menjelaskan, penguatan rantai pasok susu nasional bukan sekadar urusan pemenuhan gizi, melainkan juga menyangkut kesejahteraan peternak dan peningkatan kualitas generasi mendatang. Untuk menunjang hal tersebut, Kemenkop bakal mendorong modernisasi sarana serta prasarana produksi peternak.
Baca Juga
Mentan: Koperasi Desa Merah Putih Siap Pangkas Rantai Pasok Pertanian
“Pemerintah terus mendorong modernisasi sarana prasarana, mulai dari mesin pasteurisasi, penyediaan pakan berkualitas, hingga teknologi rantai dingin (cold chain). Ini penting agar koperasi mampu menyuplai susu segar berkualitas tinggi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Langkah Kemenkop yang memosisikan koperasi sebagai motor utama kedaulatan gizi mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menilai kehadiran regulasi dan dukungan teknis dari Kemenkop merupakan instrumen kunci untuk meningkatkan produktivitas peternak lokal.
“Kami berharap dengan dukungan dan regulasi Kemenkop, koperasi susu dapat bertransformasi menuju modernisasi digitalisasi rantai pasok serta menjadi penopang utama pemenuhan gizi dan pencegahan stunting,” jelas Shobih.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, menyambut positif komitmen Kemenkop yang terus memprioritaskan koperasi peternak rakyat di tengah berbagai tantangan industri. Mengingat Jawa Timur menyumbang sekitar 60 persen dari total produksi susu segar nasional, dukungan regulasi dinilai sangat mendesak.
“Kami mewakili koperasi susu ingin menunjukkan bahwa kita ada dan siap membersamai pemerintah dalam percepatan swasembada serta kedaulatan pangan. Koperasi susu butuh terus dibersamai, dikuatkan, dan diberdayakan agar tetap menjadi soko guru perekonomian nasional,” tegas Evi.
Acara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan, perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pimpinan industri pengolahan susu, perbankan, Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), serta para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
Kegiatan ditutup dengan aksi minum susu pasteurisasi bersama siswa-siswi sekolah dasar sebagai bentuk komitmen awal penguatan gizi anak bangsa.
