KPK, Pemprov DKI, dan Transjakarta Gaungkan Pesan Antikorupsi dengan Halte Setiabudi Integritas
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemprov DKI dan Transjakarta meresmikan nama halte Transjakarta baru, yaitu Setiabudi Integritas, Minggu (21/6/2026).
Peresmian nama halte tersebut dihadiri Ketua KPK Setyo Budiyanto, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007 Sutiyoso, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin, dan Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza.
Baca Juga
Tarif Rp 3.500, Ini Pilihan Bus Transjakarta ke Jakarta Fair Kemayoran
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan, peresmian halte tersebut merupakan upaya menghadirkan nilai-nilai antikorupsi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. KPK memandang budaya integritas tidak cukup hanya dibangun dan dirawat melalui pendidikan formal, sosialisasi, atau forum-forum resmi.
"Tetapi juga perlu hadir di ruang publik yang setiap hari menjadi bagian dari aktivitas warga," katanya.
Apalagi, konektivitas transportasi publik di Jakarta yang terus berkembang membuat makin banyak warga berinteraksi dengan berbagai ruang transit setiap hari. Di tengah mobilitas tersebut, pesan-pesan positif tentang integritas diharapkan dapat hadir secara lebih dekat, membumi, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
"KPK meyakini pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga penting diintegrasikan melalui pendekatan pencegahan dan pendidikan, serta pelibatan masyarakat yang kolaboratif untuk membangun budaya antikorupsi secara berkelanjutan," katanya.
Untuk itu, katanya, nilai integritas perlu hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk di ruang publik yang setiap hari menjadi titik temu jutaan warga. KPK berharap setiap masyarakat yang jeda, singgah, menunggu, maupun melintas di kawasan tersebut dapat membawa satu pesan sederhana, bahwa integritas bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
"Integritas dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, dan dari situlah budaya antikorupsi dapat tumbuh serta mengakar dalam kehidupan bermasyarakat," kata Budi.
Dalam kesempatan ini, KPK mengapresiasi Pramono Anung dan jajaran Pemprov DKI Jakarta, PT Transjakarta, serta seluruh masyarakat yang telah bersatu padu dan saling dukung dalam gerakan pemberantasan korupsi melalui pendekatan pendidikan antikorupsi.
Baca Juga
Sambut HUT Ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Deretan Fasilitas Baru
Selain Halte Transjakarta Setiabudi Integritas, terdapat pula dua titik stop bus non-BRT baru, yaitu Setiabudi Integritas 1 di sisi trotoar Jalan HR Rasuna Said dan "Pusat Edukasi Antikorupsi KPK" yang berada di sisi Gedung ACLC KPK, yang juga diresmikan dalam rangkaian kegiatan peresmian kali ini.
