Halte Manggarai Ditutup Sementara, Transjakarta Siapkan Halte Temporer
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan, Halte Manggarai ditutup sementara mulai Sabtu (2/5/2026) pukul 05.00 Wib seiring pembangunan LRT Jakarta Fase 1B trase Velodrome— Manggarai di kawasan tersebut.
Sebagai penyesuaian layanan, pelanggan tetap dapat mengakses layanan melalui halte Manggarai Temporer 1 dan 2 yang berada di sisi jalan Pasar Raya Manggarai. Transjakarta memastikan operasional tetap berjalan normal dengan perubahan titik naik dan turun penumpang di sekitar area tersebut.
Kepala Departemen Humas Transjakarta, Ayu Wardhani menyebutkan, penyesuaian ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pengembangan transportasi publik terintegrasi. “Kami memastikan pelanggan tetap dapat mengakses layanan melalui halte temporer yang telah disiapkan,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (2/5/2026).
Dia menambahkan, Transjakarta telah menyiagakan petugas di kedua halte temporer tersebut untuk membantu pelanggan selama masa penyesuaian berlangsung.
Adapun layanan tetap tersedia melalui halte temporer untuk rute koridor 4 (Pulo Gadung–Galunggung), 4D (Pulo Gadung–Kuningan), 6M (Stasiun Manggarai–Blok M), dan B25 (Bekasi–Dukuh Atas) guna menjaga mobilitas masyarakat.
Terpisah, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro telah memulai rangkaian uji coba jalur (Testing and Commissioning/T&C) pada sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B dengan rute Velodrome–Manggarai sepanjang 3,6 km di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga
Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127.089 Orang Pasca-Insiden Kereta di Bekasi
“Tahapan T&C ini kami lakukan secara mendetail untuk memastikan seluruh aspek teknis LRT Jakarta Fase 1B benar-benar siap dan aman untuk nantinya digunakan masyarakat dalam mobilitas sehari-hari,” kata Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin, seperti dikutip Antara pada Sabtu (2/5/2026).
Menurut dia, tahapan T&C dilakukan secara rinci agar seluruh sistem benar-benar siap digunakan masyarakat.
Iwan juga menjelaskan, T&C merupakan tahapan yang tidak dapat dilewati dalam pembangunan sistem perkeretaapian modern. Proses ini mencakup serangkaian pengujian sistematis dan terstruktur terhadap seluruh komponen dan subsistem sebelum operasional komersial dimulai, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.
“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT Jakarta setiap harinya. Tahapan T&C ini harus dipersiapkan secara sangat matang,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, di balik setiap proses teknis yang berjalan, terdapat komitmen kuat Jakpro untuk menyelesaikan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B secepat mungkin tanpa mengorbankan satu pun aspek keselamatan, kualitas, dan keandalan layanan.
Setelah beroperasi secara komersial yang ditarget pada Agustus tahun ini, penambahan jalur LRT Jakarta Fase 1B diproyeksikan mampu mengangkut puluhan ribu penumpang setiap hari serta berkontribusi langsung terhadap pengurangan kepadatan lalu lintas.

