Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Dorong Peningkatan Layanan Jemaah
BOGOR, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji 2026. Apresiasi itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf atau Gus Irfan dan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak di kediamannya pribadinya di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).
Pertemuan yang turut dihadiri Tim Pengawas Haji DPR itu membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pertemuan juga membahas langkah-langkah peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji mendatang.
Baca Juga
Prabowo Panggil Menhaj dan Wamenhaj ke Hambalang, Bahas Pelaksanaan Haji 2026
Menhaj Gus Irfan menyampaikan pelaksanaan penyelenggaraan haji 2026 berjalan baik, meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan. Irfan menuturkan sinergisitas antara pemerintah dan Tim Pengawas Haji DPR berjalan sangat konstruktif. Gus Irfan menyebut kolaborasi yang terbangun memungkinkan berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat sehingga pelayanan kepada jemaah tetap terjaga.
“Alhamdulillah hari ini saya terutama dengan DPR, dan saya sangat senang tadi Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada penyelenggaraan haji pada tahun ini,” kata Irfan.
Meski baru mulai bekerja pada September 2025, sementara tahapan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi telah dimulai sejak Juni 2025, Kemenhaj berhasil mengejar berbagai persiapan yang sempat tertinggal. Irfan menjelaskan sejumlah kemajuan yang berhasil dicapai pada penyelenggaraan haji tahun 2026 berkat kerja sama lintas kementerian dan lembaga.
“Pertama tentu percepatan penerbitan visa. Visa terbit sekitar akhir pertengahan Ramadan, ini hal yang sangat-sangat luar biasa. Nusuk sudah mulai dibagikan di tanah air sehingga tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya, jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jamaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi. Kemudian yang berikutnya lagi adalah kita walaupun tahun ini masih paket D tetapi sebenarnya itu lebih dari D, itu lebih dari menuju paket C itu sebetulnya,” ungkap Irfan.
Pemerintah juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan para penyedia layanan. Irfan menyebut langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kepastian bagi mitra penyedia layanan untuk berinvestasi dalam peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia.
Presiden Prabowo, lanjut Irfan, turut memberikan sejumlah arahan strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pada pelaksanaan haji 2027 mendatang. Arahan tersebut mencakup peningkatan kualitas konsumsi jemaah, persiapan layanan yang dilakukan lebih dini, hingga peningkatan kualitas akomodasi dan hotel yang digunakan oleh jemaah Indonesia.
“Bapak Presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti termasuk bagaimana makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini, lebih bagus lagi kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih dilatih lebih baik lagi,” katanya.
Selain itu, Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pengembangan konsep kampung haji sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia.
“Beliau ingin kampung haji sebagai bagian upaya untuk peningkatan pelayanan bagi jemaah haji sekaligus untuk menekan biaya haji. Nanti akan dibahas, kita akan bahas dengan DPR walaupun kita tahu tantangan tahun ini luar biasa, terutama nilai tukar, kemudian kenaikan avtur, kemudian situasi global yang masih belum jelas, kemudian pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya. Itu juga nantikan kita bicarakan dengan teman-teman DPR,” ungkap Irfan.
Baca Juga
Jembatani Kesenjangan Dana Haji, Muslim Pro dan Maybank Syariah Luncurkan Gerakan #YukHaji
Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya mempercepat masa tunggu keberangkatan haji. Irfan menjelaskan sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki masa tunggu sangat panjang, bahkan hingga 40 tahun, telah menunjukkan perbaikan. Namun demikian, Prabowo meminta agar pemerintah terus mencari terobosan untuk memperpendek masa tunggu jemaah secara lebih signifikan.
“Tahun ini kita sudah bisa memastikan bahwa maksimal 26 tahun, walaupun yang asalnya 35 dan 40, di Konawe Selatan hampir 50 tahun tapi itu juga bagi Presiden juga masih belum memuaskan, beliau berpikir coba carikan cara bagaimana bisa lebih cepat lagi, dan kita, dan teman-teman DPR masih harus berpikir keras untuk bisa mewujudkan itu,” katanya.
