Menteri Haji dan Umrah: 1.169 Calon Jemaah Haji Tak Lolos Istitha’ah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Haji dan Umrah telah menggelar istitha’ah atau tes kemampuan fisik dan mental untuk menjalankan ibadah haji 2026. Jumlah calon jemaah haji yang diperiksa yaitu sebanyak 234.927 orang. Jumlah ini terdiri dari 220.283 jemaah haji reguler dan 14.644 jemaah haji khusus.
Dari total jemaah tersebut, sebanyak 229.722 orang lolos istitha’ah. Jumlah ini terdiri dari 216.237 jemaah haji reguler dan 13.485 jemaah haji khusus.
“Di haji reguler yang tidak istitha’ah ada 1.135 (orang), jemaah haji khusus 34 (orang)” kata Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf saat rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, Rabu (21/1/2026).
Pria yang karib disapa Gus Irfan ini mengakui, ketatnya proses istitha’ah sempat membuat masyarakat beranggapan bahwa Kementerian Haji dan Umrah tak memberi peluang jamaah untuk menjalankan ibadah haji.
Selama menjalankan proses uji istitha’ah, Kementerian Haji dan Umrah juga mengevaluasi 704 orang di haji reguler dan 134 di haji khusus.
“Sementara yang masih dalam proses yaitu 2.207 orang (haji reguler), sementara (haji) khusus ada 991 (orang),” kata dia.
Baca Juga
Pemerintah Putar Otak Demi Suplai Makanan untuk Jamah Haji dan Umrah di Arab Saudi
Gus Irfan menjelaskan, total calon jemaah haji yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) reguler tahap pertama mencapai 149.159 jemaah atau sebesar 23,99%. Angka tersebut naik pada pelunasan Bipih tahap kedua yang digelar 2-9 Januari 2026.
“Hingga akhir pelunasan Bipih tahap kedua sebanyak 175.494 jemaah haji reguler dan 31.360 jemaah haji cadangan yang telah melunasi atau sebesar 102,57%” ujar dia.
Dari pelunasan Bipih tersebut, terdapat delapan provinsi yang penyerapan kuotanya masih di bawah 100%. Kementerian Haji dan Umrah, kata Irfan, membuka tahap ketiga pelunasan yang berlangsung 20-23 Januari 2026.
“Ini juga untuk menutup beberapa daerah yang kekurangan, juga untuk menambah cadangan (jemaah),” kata dia.
Penambahan cadangan jemaah ini dilakukan karena belajar dari pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya di mana ada jemaah yang batal karena sakit atau meninggal jelang keberangkatan.
“Tahun kemarin hampir 3.000 orang (gagal berangkat). Itu pun jarak antara pelunasan dengan pemberangkatan tidak terlalu jauh,” ucap dia.
Sementara itu, untuk pelunasan Bipih khusus pelunasan sampai dengan 13 Januari 2026 telah mencapai 16.870 orang jemaah atau 101,83%. Ini termasuk 299 jemaah haji khusus dengan status cadangan.

