Misbakhun soal Pertemuan Dasco-Himbara: Jangan Kaitkan Fluktuasi Pasar dengan Isu Politik Liar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengumpulkan jajaran direksi Bank Milik Negara (Himbara) serta para pengelola dana kakap nasional beberapa waktu lalu. Langkah konsolidasi tersebut dinilai sukses meredam spekulasi negatif dan langsung memberikan sentimen positif terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Misbakhun menyebut inisiatif Dasco sangat tepat lantaran langsung menyasar para penggerak utama pasar modal tanah air.
"Kelebihannya yang dilakukan oleh Pak Dasco itu adalah beliau mengonsolidasikan seluruh stakeholder yang berkaitan dengan penggerak pasar modal di Bursa Efek. Di sana ada Taspen, Mandiri Sekuritas, bank-bank Himbara di mana kemudian di sana itu kan ada saham-saham yang selama ini dikenal sebagai blue chip, saham-saham penggerak pasar modal," kata Misbakhun ditemui usai menghadiri peluncuran buku 'Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo' di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Lebih lanjut, legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan lembaga seperti Taspen, Asabri, BPJS Ketenagakerjaan, hingga sekuritas pelat merah memiliki dana kelolaan yang sangat besar. Ketika pergerakan dana besar tersebut dikonsolidasikan dengan baik, pasar akan langsung merespons dengan optimisme.
Baca Juga
Dasco Minta BUMN Buyback, Saham BBRI hingga BBNI Langsung Ngacir Dongkrak IHSG 4%
Menurut Misbakhun, langkah Dasco ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab pimpinan parlemen dalam menjaga stabilitas politik nasional dari dampak gejolak ekonomi yang tidak perlu. Pertemuan itu sekaligus mengklarifikasi berbagai rumor liar yang sempat berembus di pasar, termasuk isu pergantian posisi Menteri Keuangan.
"Alhamdulillah termasuk mengklarifikasi bahwa tidak ada pergantian Menteri Keuangan. Selama ini (isu) itu dijadikan alat spekulasi untuk melemahkan nilai tukar, melemahkan bursa saham, dan dijadikan sentimen negatif terhadap prestasi pemerintah," tegasnya.
Misbakhun mengingatkan agar penurunan IHSG atau fluktuasi nilai tukar rupiah beberapa waktu lalu tidak dikaitkan dengan isu politik yang tidak relevan. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat prima, tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi yang terus menanjak dalam dua kuartal terakhir.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2025 berhasil mencapai 5,39%, dan justru semakin melesat pada Kuartal I-2026 dengan torehan angka 5,61%.
"Itu kan merupakan pencapaian. Nah, inilah yang perlu disampaikan kepada masyarakat bahwa fundamental kita sangat bagus dan perlu diberikan respons-respons yang positif," ujar Misbakhun.
Menutup keterangannya, Ketua Komisi XI yang membidangi urusan keuangan dan perbankan ini menekankan bahwa gerak cepat unsur pimpinan DPR tersebut berhasil membentengi perekonomian nasional dari potensi instabilitas sosial-politik yang dipicu oleh hoaks ekonomi.
"Pak Dasco melakukan konsolidasi itu dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi karena ada upaya-upaya bahwa isu ekonomi itu seakan-akan akan memberikan dampak instabilitas di sosial dan politik. Makanya dijaga bahwa isu-isu itu adalah tidak benar. Pemerintah melakukan upaya-upaya yang serius dalam rangka memperbaiki kinerja ekonomi," pungkasnya.
Sebelumnya Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong emiten BUMN untuk menggelar pembelian kembali (buyback) saham. Hal tersebut menjadi pembahasan utama saat bertemu dengan sejumlah direktur utama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Ketua Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Dasco mengatakan buyback saham BUMN menjadi salah satu opsi yang dibahas karena kinerja sejumlah emiten BUMN dinilai masih menunjukkan fundamental yang kuat. “Saat berdiskusi bagaimana kemudian pada kesempatan yang tepat menurut saya, kita buyback atau membeli kembali saham-saham di pasar saham,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

