Singgung Pelanggaran Etik dan Intervensi, Hasto PDIP Ungkap 3 Distorsi di Pilpres 2024
JAKARTA, investortrust.id - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan tiga distorsi yang terjadi di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan Hasto yang juga Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud dalam diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi yang digelar Forum Dialog Nusantara (FDN) di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Rabu (9/2/2024).
Pertama, kata Hasto, pelanggaran terhadap aturan hukum. Ditekankan, hukum adalah panglima dan di atas hukum terdapat etika. Namun, Majelis Kehormatan MK dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah memutuskan adanya pelanggaran etika terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
"Dua keputusan etik yang sangat berat ini akhirnya menyandera demokrasi kita. terkait dengan proses legitimasi, legalitas, ini mengapa keputusan etik karena ada conflict of interest tadi. Coba kalau bukan anak presiden mungkin putusannya lebih berat," kata Hasto.
Baca Juga
Ilham Habibie Ingatkan Pemilu Hasilkan Pemimpin Terbaik jika Fair
Kedua, kata Hasto, intervensi aparatur negara. Dikatakan, intervensi terjadi terhadap para dosen, rektor, hingga kepala daerah, dan kepala desa dalam berbagai bentuk. Rektor misalnya diminta untuk memberikan ucapan yang telah diarahkan sebelumnya. Kepala desa dipanggil oleh pihak kepolisian dengan diminta membawa laporan penggunaan dana desa. Sementara, kepala daerah diintervensi dengan menggunakan instrumen pengaduan masyarakat atau dumas. Akibatnya, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengalihkan dukungannya kepada capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Di Sidoarjo dan Gresik itu ada opsus (operasi khusus). Enggak mungkin enggak ada opsus. Saya kenal Gus Ali ayahanda Bupati Sidoarjo," kata Hasto.
Ketiga, melunturnya kultur demokrasi. Dikatakan, berbagai kritik yang disampaikan puluhan kampus, dan tokoh bangsa menunjukkan adanya persoalan dalam demokrasi di Indonesia.
"Mari kita buka mata hati kita dengan jernih. ini bukan persoalan siapa mau jadi presiden, ini persoalan Indonesia kita. Kultur demokrasi itu jangan sampai dirusak. Kultur demokrasi ini sangat mahal dan dibangun dengan susah payah," katanya.
Baca Juga
Masuki Masa Tenang Pemilu, Bansos Beras Dihentikan Sementara mulai Besok
Hasto menekankan, pemilu merupakan persoalan rakyat. Kalah menang dalam pemilu hal yang biasa. Hasto juga tak mempersoalkan adanya pihak yang berjuang Pilpres 2024 rampung dalam satu putaran. Namun, jangan sampai keinginan itu menabrak berbagai aturan dan etika berdemokrasi.
"Bukan dengan cara-cara seperti itu. Mau menang satu putaran boleh, tetapi rakyat yang menentukan. Jangan satu putaran itu seperti kejar setoran sehingga segala sesuatu dilakukan atau kejar urusan jabatan ke depan sehingga berlomba-lomba melakukan hal-hal yang tidak pantas," tegasnya.

