Tiga Paslon Presiden Tak Cukup Bahas isu Kesehatan Remaja dan Reproduksi
JAKARTA, Investortrust.id - Ketiga paslon presiden dan wapres belum cukup dalam membahas isu kesehatan remaja dan reproduksi. Hal ini disampaikan Founder dan Chief Executive Officer CISDI, Diah Satyani Saminarsih dalam kesempatan Konferensi Pers: Hal-hal Seputar Kesehatan yang Belum Tuntas Dibahas di Debat Capres yang digelar secara daring, Senin, 5 Februari 2024.
Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) merupakan non governmental organization yang bertujuan membantu masyarakat merasa aman dan sejahtera dalam paradigma kesehatan.
Simpulan soal bahasan isu kesehatan dan reproduksi remaja ini disarikan dari visi misi para pasangan capres dan cawapres soal prioritas pembangunan kesehatan. Dari hasil kajian CISDI tersebut, disebutkan Diah bahwa paslon Anies-Muhaimin, misalnya, hanya satu kali menghubungkan remaja dengan persoalan kesehatan reproduksi atau seksual. “Dalam visi-misinya, mereka menyebut kehamilan dan persalinan sehat bisa terjadi dengan edukasi kesehatan sejak usia remaja,” kata Diah.
Berikutnya paslon Prabowo-Gibran juga hanya menyebut persoalan kesehatan reproduksi secara umum. Keduanya ingin memperbaiki program kependudukan termasuk hak dan kesehatan reproduksi, termasuk meningkatkan anggaran untuk program keluarga berencana. Paslon Ganjar-Mahfud juga ingin mentransformasi program keluarga berencana.
Baca Juga
CISDI: Isu Stunting, SDM Kesehatan, dan Kelompok Rentan tak Dibahas Tuntas di Debat Capres
“Mereka juga menyebut adanya penguatan dukungan terhadap perempuan dalam keberlangsungan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga, serta pendidikan dan pengasuhan anak untuk para calon pengantin dan remaja Perempuan,” tutur Diah.
Namun disebutkannya, belum ada paslon yang menaruh perhatian pada tingginya angka perkawinan anak. Paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud hanya menyebut soal angka putus sekolah, namun tidak mengelaborasi faktor-faktor seperti perkawinan anak yang dampaknya besar bagi kesehatan ibu dan anak.
Paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud spesifik berbicara terkait penegakan kekerasan seksual. Paslon Anies-Muhaimin secara khusus menyebut perlindungan untuk perempuan melalui salah satunya ketersediaan layanan krisis terintegrasi.
“Sementara paslon Ganjar-Mahfud meski tidak spesifik menyebut perempuan, namun berkomitmen memberikan sanksi hukum maksimal untuk pelaku tindak pidana kekerasan seksual, dan melalui program Jaga Teman berupaya mengedukasi, memberikan konsultasi dan dukungan anggaran yang nyata pada satuan tugas anti kekerasan berbasis gender dan perundungan di seluruh Lembaga,”paparnya.
Meski tidak spesifik soal kekerasan seksual, paslon Prabowo-Gibran menuliskan pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, dan kelompok dengan disabilitas. Khususnya, program perlindungan kelompok dengan disabilitas dari stereotip, pelecehan, kekerasan dan perlakuan yang tidak semestinya.
Ketiga capres mendengarkan penjelasan moderator tentang tata tertib debat sebelum debat kelima pemilihan presiden (Pilpres) di JCC Senayan dimulai, di Jakarta, Minggu (4/2/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.

