Polda Jabar Tetapkan 6 Tersangka Kericuhan Hari Buruh di Bandung
BANDUNG, investortrust.id - Polda Jawa Barat (Jabar) menetapkan enam orang sebagai tersangka dari tujuh orang yang ditangkap buntut kericuhan saat Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Bandung, Jumat (1/5/2026).
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan para tersangka diduga melakukan aksi perusakan sejumlah fasilitas publik di kawasan Tamansari.
“Aksi tersebut mengakibatkan terbakarnya satu unit videotron, satu pos polisi, serta perusakan fasilitas publik berupa lampu lalu lintas,” katanya.
Baca Juga
Hari Buruh, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masjid di Ambalawi
Ia menjelaskan, enam tersangka mayoritas berstatus pelajar, yakni MRN (21), MRA (17), RS (19), MFNA (19), FAP (21), dan HIS (20). Keenam orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui pemeriksaan intensif.
“Mereka terbukti melakukan tindak pidana pembakaran, penghasutan dan perusakan secara bersama-sama,” ujarnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berbahaya. Beberapa di antaranya dua bom molotov, bahan bakar bensin, serta atribut kelompok tertentu seperti bendera dan stiker.
Hendra menambahkan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari menyiapkan bom molotov, melakukan pelemparan, hingga bertindak sebagai provokator aksi. Selain itu, hasil tes urine menunjukkan seluruh tersangka positif mengonsumsi obat keras jenis tramadol.
Polisi juga menemukan sejumlah psikotropika dari salah satu tersangka, seperti alprazolam dan obat lainnya.
“Ini sangat memprihatinkan. Selain melakukan aksi anarkis, para tersangka berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang saat beraksi,” katanya.
Baca Juga
Prabowo Bakal Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk: Pahlawan Kaum Buruh
Dikatakan, kasus penyalahgunaan obat tersebut juga akan ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar.
Polda Jabar saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi tersebut, termasuk dugaan adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan para pelajar.
“Tim masih melakukan pengembangan melalui analisis CCTV dan ekstraksi data dari ponsel para pelaku,” kata Hendra.

