Resmi Listing, Harga Saham Ayam Goreng Nelongso (BAIK) Menguat 2,88%
JAKARTA, investortrust.id – Pengelola rumah makan Ayam Goreng Nelongso asal Kota Malang, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/02/2024).
Debut perdana saham dengan kode BAIK tersebut terpantau menguat 2,88% ke level Rp 286 per saham pada pukul 09.01 WIB, dari harga perdana Rp 278 per saham. Transaksi saham awal terjadi sebanyak 164 ribu lot dengan nilai Rp 5 miliar.
Sebelumnya, Perseroan sukses menggelar initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham dengan meraup dana sebesar Rp 62,55 miliar.
Baca Juga
Dalam aksi korporasi ini, BAIK mencatatkan sebanyak 225 juta lembar saham baru dari portepel, dengan nilai nominal Rp 50.
Jumlah saham yang dilepas mewakili sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.
Bersamaan dengan Penawaran Umum Saham Perdana, Perseroan mencatatkan sebanyak 225 juta Waran Seri I atau sebesar 25% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.
Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma bagi para pemegang saham dengan rasio 1:1, artinya setiap pemegang satu saham yang ditawarkan berhak memperoleh satu Waran Seri I, di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham Perseroan yang dikeluarkan dari portepel dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 400. Adapun nilai hasil pelaksanaan Waran Seri I sebanyak sebesar Rp 90 miliar.
Baca Juga
Wall Street Berbalik Arah, Dow Jones Melonjak Lebih dari 100 poin
Rencananya dana hasil IPO akan digunakan Perseroan untuk untuk pembelian mesin dan kendaraan operasional untuk menunjang proses distribusi produk dan bahan baku yang lebih optimal sebesar 3,48% dari perolehan dan IPO.
Sekitar 10,16% digunakan untuk perpanjangan sewa outlet lama untuk mendukung ekspansi bisnis Perseroan.
Disebutkan, Perseroan akan memperpanjang sewa terhadap 18 outlet lama dengan total nilai sewa sekitar Rp 5,6 miliar dan akan dilakukan dengan pihak ketiga.
Kemudian, sekitar 22,54% digunakan untuk renovasi outlet, gudang dan kantor dan sistem otomatisasi dalam rangka mendukung bisnis Perseroan untuk penyimpanan persediaan bahan baku yang lebih besar.
Adapun jumlah outlet dan gudang yang akan direnovasi oleh Perseroan masing-masing sebanyak 23 outlet (di dalamnya sudah termasuk 18 gerai yang sewanya akan diperpanjang), dan 1 gudang. Saat ini utilisasi gudang Perseroan baik yang terdapat di Malang maupun di Jakarta telah mencapai kapasitas sekitar 90%, namun demikian Perseroan akan melakukan renovasi terlebih dahulu pada gudang yang berlokasi di daerah Malang.
Sisanya sekitar 63,82% digunakan untuk operational expenditure di antaranya untuk pembelian bahan baku dan biaya biaya pengembangan produk, marketing dan branding.
Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan untuk penambahan modal kerja Perseroan diantaranya pembelian bahan baku dan marketing/pemasaran.

