Berambisi Go International, Saham Ayam Nelongso (BAIK) Hampir ARB
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) anjlok Rp 68 (24,46%) menjadi Rp 210 pada penutupan perdagangan Kamis (15/02/2024), dari harga pembukaan Rp 346 per saham. Koreksi ini mendekati batas auto reject bawah (ARB) untuk saham seharga Rp 200-5.000, yakni penurunan 25%.
Usai pencatatan saham perdana BAIK, Direktur Utama Bersama Mencapai Puncak Nanang Suherman menjelaskan cita-cita perusahaan untuk ekspansi ke luar negeri (go international). Dia menyebutkan, impian membuka cabang resto di luar Indonesia telah tercetus sejak 2016.
“Doakan semuanya bisa berjalan lancar, untuk bisa kami lakukan dengan secepat mungkin. Kalau daerah, pasti kami tidak jauh-jauh dari Singapura atau Malaysia. Mohon bantu doanya, sebentar lagi mungkin akan kami buka,” ujar Nanang di Jakarta, Kamis (15/02/2024).
Baca Juga
Emiten Ayam Goreng Nelongso (BAIK) Bidik Pertumbuhan Laba 70%
Makanan Beku maupun Sembako
Bersama Mencapai Puncak adalah perusahaan pengelola rumah makan secara langsung dan melalui entitas anak, kemitraan rumah makan, serta perdagangan bahan baku makanan beku maupun sembako. Salah satu merek yang paling terkenal adalah Ayam Goreng Nelongso dan Geprek Kak Rose.
Emiten sektor consumer cyclicals ini telah menawarkan 225 juta saham yang mewakili 20% dari modal ditempatkan dan disetor, setelah perseroan melakukan IPO (penawaran umum perdana). Bersamaan dengan IPO, perseroan mencatatkan 225 juta Waran Seri I sebesar 25% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.
Setiap satu saham baru yang diterbitkan dalam IPO akan mendapatkan satu Waran Seri I, dengan harga pelaksanaan Rp 400. Adapun nilai pelaksanaan Waran Seri I sebanyak-banyaknya sebesar Rp 90 miliar.
Sekitar 3,3% dana hasil IPO akan digunakan untuk pembelian mesin dan kendaraan operasional, guna menunjang proses distribusi produk dan bahan baku yang lebih optimal. Sebanyak 44% dari 3,3% hasil IPO tersebut, akan dipakai membeli mesin cold storage dengan kapasitas 20 ton dan satu unit mesin air blast compressor two stage.
Sisanya, 56% dari anggaran pembelian mesin, rencananya dipakai untuk membeli kendaraan operasional. Ini berupa satu mobil truk Traga, satu mobil Suzuki Carry, lima kendaraan roda dua, dan satu mobil karoseri pendingin.
“Sekitar 9,64% digunakan untuk perpanjangan sewa outlet lama, untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Perseroan akan memperpanjang sewa terhadap 18 outlet lama, dengan total nilai sewa sekitar Rp 5,6 miliar dan akan dilakukan dengan pihak ketiga,” papar manajemen.
Baca Juga
Midi Utama (MIDI) Pertebal Modal Anak Usaha Restoran Rp 70 Miliar
Selanjutnya, 21,37% dari hasil IPO akan digunakan untuk renovasi outlet, gudang, kantor, dan sistem otomatisasi dalam rangka mendukung bisnis perseroan untuk penyimpanan persediaan bahan baku yang lebih besar. “Sisanya sekitar 65,69% digunakan untuk operational expenditure. Ini di antaranya untuk pembelian bahan baku serta biaya-biaya pengembangan produk, marketing, dan branding,” ungkap manajemen.

