Ayam Goreng Nelongso (BAIK) Patok Harga Atas IPO Rp 278 per Saham
JAKARTA, investortrust.id – Pemilik bran Ayam Goreng Nelongso asal Kota Malang, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) mematok harga saham perdana dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 278 per saham.
Harga pelaksanaa IPO tersebut merupakan batas atas, dari rentang harga penawaran awal atau bookbuilding pada level Rp 268 – Rp 278 per saham. Dengan penetapan harga tersebut, Perseroan bisa meraup dana hasil IPO Rp 62,55 miliar.
Adapun periode offering atau penawaran saham berlangsung mulai hari ini, 2 Februari 2024 hingga 12 Februari 2024.
Baca Juga
Offering Berlangsung, Startup Asal Bangkalan (MPIX) Tetapkan Harga IPO Rp 268 per Saham
Diketahui, dalam aksi korporasi ini, BAIK menerbitkan dan menawarkan sebanyak 225 juta lembar saham baru dari portepel, dengan nilai nominal Rp 50.
Jumlah saham yang dilepas mewakili sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.
Bersamaan dengan Penawaran Umum Saham Perdana, Perseroan menerbitkan sebanyak 225 juta Waran Seri I atau sebesar 25 dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO disampaikan.
Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma bagi para pemegang saham dengan rasio 1:1, artinya setiap pemegang satu saham yang ditawarkan berhak memperoleh satu Waran Seri I, di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham Perseroan yang dikeluarkan dari portepel dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 400. Adapun nilai hasil pelaksanaan Waran Seri I sebanyak sebesar Rp 90 miliar.
Baca Juga
IPO EcoCare Indo Pasifik (HYGN) Patok Harga Rp 145 per Saham
Untuk membantu pelaksanaan IPO ini, Perseroan telah menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. MNC Sekuritas menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang ditawarkan dan tidak dipesan dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.
Rencananya dana hasil IPO akan digunakan Perseroan untuk untuk pembelian mesin dan kendaraan operasional untuk menunjang proses distribusi produk dan bahan baku yang lebih optimal sebesar 3,48% dari perolehan dan IPO.
Sekitar 10,16% digunakan untuk perpanjangan sewa outlet lama untuk mendukung ekspansi bisnis Perseroan.
Disebutkan, Perseroan akan memperpanjang sewa terhadap 18 outlet lama dengan total nilai sewa sekitar Rp 5,6 miliar dan akan dilakukan dengan pihak ketiga.
Kemudian, sekitar 22,54% digunakan untuk renovasi outlet, gudang dan kantor dan sistem otomatisasi dalam rangka mendukung bisnis Perseroan untuk penyimpanan persediaan bahan baku yang lebih besar.
Adapun jumlah outlet dan gudang yang akan direnovasi oleh Perseroan masing-masing sebanyak 23 outlet (di dalamnya sudah termasuk 18 gerai yang sewanya akan diperpanjang), dan 1 gudang. Saat ini utilisasi gudang Perseroan baik yang terdapat di Malang maupun di Jakarta telah mencapai kapasitas sekitar 90%, namun demikian Perseroan akan melakukan renovasi terlebih dahulu pada gudang yang berlokasi di daerah Malang.
Sisanya sekitar 63,82% digunakan untuk operational expenditure di antaranya untuk pembelian bahan baku dan biaya biaya pengembangan produk, marketing dan branding.
Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan untuk penambahan modal kerja Perseroan diantaranya pembelian bahan baku dan marketing/pemasaran.

