Laba Golflink (GOLF) Tergerus 23,34% di 2025, Kenaikan Beban Jadi Pemicu
JAKARTA, investortrust.id – PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF), emiten pengembang property dan pengelola lapangan golf, mencatatkan penurunan laba bersih tahun berjalan sebanyak 23,34% menjadi Rp 51,80 miliar tahun 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 67,57 miliar.
Emiten milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto ini melalui rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026), menyebutkan bahwa penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pendaptan yang justru naik menjadi Rp 215,51 miliar pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 197,99 miliar.
Baca Juga
Proyek New Kuta Golf Berlanjut, Minat Pasar Tinggi dan Saham GOLF Melonjak
Peningkatan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba kotor menjadi Rp 129,09 miliar pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 119,72 miliar atau pertumbuhan laba kotor lebih dari pertumbuhan pendapatan bersih.
GOLF justru mencatatkan penurunan laba usaha menjadi Rp 64,86 miliar pada 2025, dibandingkan tahun 2024 senilai Rp 72,46 miliar. Penurunan tersebut dipicu atas peningkatan beban penjualan serta beban umum dan administrasi.
Baca Juga
Ciputra Golfpreneur Awards 2026, Apresiasi untuk Para Pendukung CGF
Penurunan tersebut berimbas terhadap pelemahan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk GOLF menjadi Rp 51,80 miliar pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 67,57 miliar. Laba per saham dasar juga turun dari Rp 3,89 menjadi Rp 2,65.
GOLF melaporkan kenaikan tipis total aset menjadi Rp 8,68 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 8,63 triliun. Total liabilitas juga naik dari Rp 656,71 miliar menjadi Rp 666,78 miliar.

