Intra Golflink (GOLF) Cetak Kenaikan Kinerja di Semester I-2025, tapi Sahamnya Tetap Melempem
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF), emiten milik Darma Mangkuluhur Hutomo, putra dari Tommy Soeharto, membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 28,8% menjadi Rp 11,3 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,8 miliar. Margin laba bersih naik menjadi 16,1%.
Sebaliknya saham GOLF cenderung bergerak stagnan level Rp 206 dalam setahun terakhir. Level tersebut hanya naik tipis dari harga IPO saham Rp 200 yang digelar pada 4 Juli 2024.
Kenaikan laba ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih sebesar 10,4% menjadi Rp 70,1 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 63,5 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan berulang yang stabil dari operasional golf dan pengakuan awal pendapatan dari pengembangan real estate melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) Sequoia Hills di Sentul.
Baca Juga
Raup Laba Rp 206,6 Miliar di Semester I-2025, Sariguna (CLEO) Fokus Akselerasi Pertumbuhan
Laba kotor perseroan meningkat tipis 4,7% menjadi Rp 37,5 miliar, dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ditopang oleh kontribusi yang lebih kuat dari segmen golf dan pengakuan pendapatan awal dari serah terima klaster pertama Sequoia Hills, Leroy. Meskipun terdapat tekanan biaya akibat pengembangan fasilitas dan kegiatan usaha baru, margin kotor tetap solid di angka 53,5%.
Manajemn GOLF dalam keterangannya mengatakan, New Kuta Golf (NKG) di Bali tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan, seiring lonjakan jumlah rounds golf sejak Mei 2025. Setelah Bali Na onal Golf Club ditutup sementara mulai 1 Mei 2025 untuk renovasi besar-besaran, NKG berhasil merebut pangsa pasar golf tourism di Bali, mencatatkan lebih dari 7.000 rounds per bulan sejak saat itu.
Baca Juga
"Jumlah rounds golf di NKG meningkat hampir 20% secara tahunan dan sekitar 35% secara QoQ. Bulan Juni 2025 mencatatkan 7.249 rounds atau menjadi jumlah bulanan tertinggi dalam sejarah NKG, ini mencerminkan kemampuan untuk menyerap lonjakan permintaan dan memperkuat pendapatan berulang dari sisi operasional golf. Hal ini turut mendorong pertumbuhan pendapatan golf NKG sebesar 25,5% secara tahunan," tulis Manajemen GOLF dalam keterangannya Jumat, (1/8/2025).
Sementara itu, kontribusi dari Palm Hill Golf Sentul masih terbatas karena tengah dalam proses transformasi menjadi kawasan pengembangan Sequoia Hills. Namun demikian, strategi perseroan untuk mengembangkan kawasan proper terintegrasi bernilai tinggi terus menunjukkan kemajuan, dengan klaster pertama hunian Sequoia Hills telah memasuki fase serah terima pada kuartal kedua
tahun ini.

