Laba Autopedia (ASLC) Turun 10,53% di 2025, Pendapatan Tembus Rp1 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatat laba bersih sebesar Rp 45 miliar pada 2025 atau turun 10,53% secara tahunan (yoy). Meski demikian, pendapatan perseroan justru naik menjadi Rp 1 triliun atau tumbuh 14,5% yoy, menjadikannya emiten mobil bekas pertama di Indonesia yang mencapai rekor tersebut.
Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari Jany Candra mengatakan, pertumbuhan tersebut merupakan hasil strategi agresif perusahaan dalam memperkuat ekosistem pelaku usaha mobil bekas, peningkatan kesadaran merek, serta keunggulan operasional.
Sedangkan penurunan laba dipengaruhi pelemahan daya beli yang berdampak pada margin. Meski volume penjualan retail mobil bekas melalui Caroline.id meningkat 20%, margin profit tercatat lebih rendah.
Baca Juga
Autopedia (ASLC) Optimistis Permintaan Mobil Bekas Naik Jelang Mudik Lebaran 2026
Sementara itu, Direktur Autopedia Sukses Lestari Armeza Farhansyah Umar menjelaskan, rata-rata harga jual mobil bekas sepanjang 2025 turun menjadi sekitar Rp 170 juta dari sebelumnya Rp 200 juta, sehingga turut menekan margin keuntungan.
Sepanjang 2025, bisnis online to offline melalui Caroline.id mencatatkan penjualan Rp 730,5 miliar dengan total unit terjual mencapai 4.500 unit atau naik 24,5% yoy.
Sementara itu, bisnis lelang melalui JBA Indonesia membukukan penjualan lebih dari 124.000 kendaraan dengan pendapatan Rp 272,5 miliar.
Adapun unit bisnis pegadaian melalui MotoGadai mencatatkan pendapatan Rp5,4 miliar atau tumbuh 72% yoy.
Baca Juga
Laba Bersih Autopedia Sukses (ASLC) 2025 Diprediksi Turun, Bagaimana Prospek di Tahun 2026?
Untuk memperkuat ekosistem mobil bekas terintegrasi, perseroan membuka cabang MotoHub di Serpong. MotoHub menjadi physical touch point dalam ekosistem MotoGadai yang menghubungkan dealer dan pelanggan dalam satu pengalaman transaksi.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas distribusi dan memudahkan pelanggan dalam mengecek unit kendaraan sekaligus mengakses layanan pembiayaan secara langsung.
Manajemen meyakini kehadiran MotoHub dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui pengalaman langsung serta mempercepat proses transaksi.
Ke depan, perseroan melihat prospek bisnis tetap cerah meskipun terdapat ketidakpastian ekonomi akibat dinamika geopolitik global. Mobil bekas dinilai tetap menjadi pilihan rasional di tengah daya beli masyarakat yang selektif.
