Autopedia (ASLC) Optimistis Pendapatan Tumbuh Dua Digit, Meski Laba Tertekan
JAKARTA, investortrust.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) tetap optimistis membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit hingga akhir 2025 dan berlanjut pada 2026, meski laba bersih kuartal III-2025 terkoreksi 25,47% (yoy) menjadi Rp 29,96 miliar.
Presiden Direktur ASLC Jany Candra menyampaikan, prospek 2026 masih cerah ditopang penguatan ekosistem bisnis mobil bekas yang terintegrasi, mulai dari lelang kendaraan hingga penjualan ritel.
“Dengan melihat perkembangan ekonomi saat ini, permintaan mobil bekas diperkirakan akan terus bertumbuh tahun depan,” ujar Jany, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga
ASLC Bidik Pertumbuhan 15% dengan Penggerak Utama Caroline, Bagaimana Sahamnya?
ASLC mencatat pemulihan bertahap sejak semester II-2025. Pada kuartal III-2025, pendapatan perseroan tumbuh 15% (yoy) menjadi Rp 713 miliar. Kontributor terbesar berasal dari Caroline.id yang menyumbang 71% pendapatan konsolidasi.
Caroline.id membukukan penjualan 3.000 unit sepanjang Januari–September 2025, naik 26% (yoy), dengan nilai transaksi Rp 506,4 miliar atau tumbuh 22% (yoy).
Unit lelang JBA melelang lebih dari 92 ribu kendaraan dan membukukan pendapatan Rp 201,8 miliar. Sementara MotoGadai mencatat pendapatan Rp 4,8 miliar.
Baca Juga
Pendapatan Autopedia (ASLC) Naik, Sebaliknya Laba Turun 24% di Kuartal III-2025
Jany menegaskan pertumbuhan ini merupakan hasil sinergi kuat dari tiga lini usaha ASLC yang saling memperkuat dalam satu ekosistem.
“Melihat perkembangan tersebut, kami optimistis target pertumbuhan pendapatan double digit di sepanjang 2025 dapat dicapai,” ujarnya.
ASLC juga terus memperluas jaringan showroom Caroline.id secara berkelanjutan. Tahun ini, perseroan telah membuka showroom baru di Pasir Kaliki, Bandung dan Cibubur, sehingga total jaringan mencapai 17 lokasi.

