Peluang Saham EMAS Tembus Rp 11.000 Tetap Terbuka, Meski Rawan Koreksi Jangka Pendek
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) masih menunjukkan tren positif dan diproyeksikan melanjutkan penguatan hingga menembus kisaran Rp 10.500–11.000.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (17/3/2026), saham EMAS berada di level Rp 9.100 atau naik 0,28%. Bahkan, pada pukul 09.26 WIB, saham ini sempat menyentuh level all time high (ATH) level Rp 10.075. Sedangkan memasuki sesi II, saham ini berbalik melemah dengan penurunan Rp 125 (1,38%) menjadi Rp 8.950.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan, secara teknikal ruang penguatan masih terbuka setelah harga berhasil menembus level Rp 10.000. “Setelah tembus 10.000, area berikutnya ada di kisaran Rp 10.500–11.000. Tapi perlu diingat, biasanya setelah kenaikan cepat, rawan pullback atau konsolidasi dulu,” ujarnya kepada investortrust.id, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Tertekan Inflasi Energi dan Suku Bunga Global
Dia memaparkan sejumlah skenario pergerakan saham EMAS. Dalam kondisi bullish, harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke Rp 10.500–11.000. Pada skenario netral, pergerakan diperkirakan berada dalam fase konsolidasi sehat di rentang Rp 8.800–9.200.
Sementara pada skenario bearish, jika euforia pasar bersifat sementara, harga berisiko kembali ke kisaran Rp 8.000–8.200.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai bahwa pergerakan EMAS masih berada dalam fase uptrend, meski pada perdagangan terbaru cenderung mengalami tekanan.
“MACD masih bergerak di area positif dan berpeluang membentuk goldencross, namun cermati Stochastic yang rawan terkoreksi di area netral. Speculative buy, support Rp 8.675 resistance Rp 9.275 dengan target harga Rp 9.425–9.700,” jelasnya.
Baca Juga
Saham EMAS Cetak ATH Usai Masuk Indeks Global GDXJ, Target Berikutnya Level Ini
Di sisi lain, Elandry menilai pendekatan investor saat ini cenderung wait and see seiring pasar menunggu proses rebalancing pada 20 Maret 2026.
“Dampak rebalancing tidak selalu langsung tercermin pada hari H, seringkali membutuhkan waktu hingga benar-benar terlihat pada pergerakan harga,” ujarnya.
Sebagai tambahan, masuknya suatu saham ke dalam indeks tertentu dinilai tetap menjadi katalis positif karena dapat meningkatkan eksposur terhadap investor institusi dan mendorong minat beli dalam jangka menengah.
Baca Juga
Restrukturisasi BUMN Karya Hampir Final, Fokus 3 Bisnis Inti
Diketahui, saham EMAS akan masuk dalam indeks global MVIS Global Junior Gold Miners Index pada rebalancing yang dilakukan oleh Market Vectors Index Solutions. Indeks tersebut menjadi acuan ETF emas global milik VanEck seperti VanEck Junior Gold Miners ETF dan VanEck Gold Miners ETF.
Bersama PT Archi Indonesia Tbk dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk, pasar mengantisipasi potensi aliran dana dari ETF maupun fund global yang mengikuti indeks tersebut.

