Beragam Faktor Pendukung, Begini Prospek dan Target Saham Siloam (SILO)
JAKARTA, investortrust.id – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyimpan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan ke depan, seiring dengan prospek industry kesehatan yang terus meningkat. Peningkatan industry didukung pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan kelompok kelsa menengah atas, dan peningkatan jumlah pengguna asuransi swasta.
Mandiri Sekuritas dala riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (7/3/2024), menyebutkan bahwa Indonesia telah menjadi pasar industry kesehatan besar. Analisa ini didukung pertumbuhan populasi Indonesia dengan target menjadi 286 juta tahun 2027, dibandingkan tahun 2021 sebanyak 274 juta.
Baca Juga
Rumah Sakit dengan Eksposur Pasien BPJS Besar Diuntungkan, Saham HEAL dan SILO Layak Dipertimbangkan
Pertumbuhan pasar industry kesehatan, terang Mandiri Sekuritas, juga didukung peningkatan kelompok masyarakat kelas menengah dengan target meningkat menjadi 47% dari total populasi tahun 2027, dibandingkan tahun 2021 baru mencapai 33% dari total populasi.
Pertumbuhan industry kesehatan Tanah Air, terang Mandiri Sekuritas, juga didukung pertumbuhan pangsa pasar asuransi kesehatan dari sebelumnya berada di bawah 10% pada 2019 menjadi di atas 15% pada 2023. Sedangkan rumah sakit swasta tetap mendominasi dengan 63% penguasaan pangsa pasar di Indonesia atau setara dengan US$n 12 miliar.
Baca Juga
Terkait dengan SILO, dia mengatkan, jaringan rumah sakit menguasai sekitar 8% dari pasar rumah sakit swasta di Indonesia. Hal ini didukung jumlah rumah sakitnya yang telah menjangkau lebih dari 65% provinsi di Indonesia atau setara dengan menjangkau lebih dari 50% penduduk Indonesia. SILO telah menjadi perusahaan rumah sakit terbesar di Indonesia.
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa SILO menyumbang sekitar 3% dari total tempat tidur rumah sakit dan sebanyak 11% dari total spesialis di Indonesia. SILO juga menjadi pemimpin pasar rumah sakit dengan kategori tempat tidur premium. Perseroan juga tercatat sebagai perusahaan rumah sakit dengan penguasaan tempat tidur terbanyak.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SILO dengan target harga Rp 2.980. Target harga tersebut juga mempertimbangkan dampak positif penerapan Omnibus Law kesehatan. Target tersebut juga mempertimbangkan perkiraan belanja modal tahun ini berkisar Rp 1,4-1,6 triliun.

