Asing Net Sell Rp 2,48 Triliun, Dua Saham Bank Besar Ini Diobral
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,48 triliun, seiring dengan penurunan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/4/2024), sebanyak 122,07 poin (1,68%) menjadi 7.144,55.
Net sell terbanyak melanda saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,00 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 648,00 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 558,35 miliar, PT Astra Interantional Tbk (ASII) Rp 205,79 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 94,56 miliar.
Baca Juga
Saat IHSG Babak Belur, Empat Saham Emiten Prajogo Ini Melambung, Kok Bisa?
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih, yaitu saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 106,30 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 105,01 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 79,71 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 73,71 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 53,36 miliar.
Penurunan dalam indeks dipicu atas koreksi besar-besaran beberapa sektor saham ini, yaitu saham sektor consumer non primer 3,29%, sektor properti 3,25%, sektor keuangan 2,87%, sektor teknologi 2,84%, dan sektor consumer primer 2,68%.
Sebaliknya penguatan melanda dua sektor saham berikut, yaitu sektor energi menguat 2,32% dan sektor material dasar menguat 2,39%.
Baca Juga
Siaga Serangan dari Israel, Iran Tutup Sementara Fasilitas Nuklirnya
Walaupun IHSG anjlok, tiga saham berikut justru berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham pendatang baru yang listing hari ini, PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) naik Rp 56 (35%) menjadi Rp 216 dan PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), menguat Rp 35 (35%) menjadi Rp 135. ARA juga melanda saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) naik Rp 320 (24,81%) menjadi Rp 1.610.
Penguatan lainnya melanda saham PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) naik Rp 24 (16,55%) menjadi Rp 169 dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melesat Rp 160 (15,84%) menjadi Rp 1.170.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE), PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), dan PT Lion Metal Works Tbk (LION).

