Net Sell Berlanjut Rp 931,09 Miliar, Dua Saham Bank Besar Ini Diobral
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing kembali melanjutkan aksi jual (net sell) saham bernilai Rp 931,09 miliar, seiring dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/6/2025), sebanyak 37,03 poin (0,54%) menjadi 6.832.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 503,71 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 358,30 miliar, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Rp 58,37 miliar, PT Alamtri Resource Indonesia Tbk (ADRO) Rp 32,30 miliar, dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rp 24,94 miliar.
Baca Juga
Samator Indo Gas (AGII) Teken MoU dengan Cina, Hadirkan Solusi Energi Rerbarukan
Sebaliknya lima saham berikut torehkan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing, yaitu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 115,94 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 46,59 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 40,63 miliar, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) Rp 37 miliar, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 26,50 miliar.
Terkait penurunan indeks hari ini dipicu atas koreksi mayoritas sektor saham, seprti sektor material dasar turun 2,03%, sektor energi 1,77%, sektor property 1,33%, sektor consumer primer 1,14%, dan sektor keuangan 0,11%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor transportasi, teknologi, consumer non primer, kesehatan, dan infrastruktur.
Meski IHSG melamah akibat profit taking, sejumlah saham berikut ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) PT Mitra Pack Tbk (PTMP) naik 34,33% menjadi Rp 90, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 25% menjadi Rp 5.600, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) menguat 25% menjadi Rp 1.075, dan PT Master Print Tbk (PTMR) naik 24,67% menjadi Rp 374.
Penguatan pesat juga melanda saham PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) sebanyak 16,26% menjadi Rp 143 dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 15,66% menjadi Rp 96. Sebaliknya penurunan dahsyat melanda saham MPXL sebanyak 14,72% menjadi Rp 139, CBUT turun 14,69% menjadi Rp 1.045, APEX turun 14,63% menjadiR p 140, IOTF melemah 14,40% menjadi Rp 107, dan NICL turun 14,29% menjadi Rp 900.
Baca Juga
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.292 karena Gencatan Senjata Israel-Iran dan Sinyal The Fed
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 82,03 poin (1,21%) menjadi 6.869 dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 928,88 miliar. Kenaikan tertinggi dicatatkan saham sektor consumer primer 3,02%, sektor property 3,20%, sektor keuangan 1,48%, sektor consumer non primer 1,90%, dan sektor kesehatan 2,03%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor saham energi 0,59%.
Di penguatan tersebut, tiga saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) sebanyak 24,79% menjadi Rp 4.460, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) menguat 24,76% menjadi Rp 655, dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,64% menjadi Rp 800.

