Butuh 8 Bulan, IHSG Intraday Akhirnya Sentuh Level 7.008
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/8/2023), sempat menyentuh rekor tertinggi baru tahun ini level 7.008,49. Rekor tersebut sejalan dengan penguatan beruntun dalam tiga hari terakhir.
Berdasarkan data, rekor intraday tertinggi IHSG sebelumnya pada 5 Desember 2022 dengan capaian 7.053,90. Sejak saat itu hingga penutupan perdagangan saham kemarin, IHSG selalu bermain di bawah level 7.000.
Baca Juga
Laba Sesuai Estimasi, Saham BRI (BBRI) Direkomendasikan 'Buy'
Hingga pukul 11.11 WIB, IHSG bertahan menguat 27 poin (0,36%) menjadi 6.982. Indeks menunjukkan pergerakan di zona hijau sepanjang hari dengan level terendah 6.958.
Penguatan indeks tersebut sejalan dengan kenaikan sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur, sektor keuangan, dan sektor material dasar. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor teknologi, sektor konsumer non primer, dan sektor energi.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Mendekati Resistence 6.970, BRIDS Jagokan Saham Ini
Sedangkan, Mandiri Sekuritas dalam risetnya yang diterbikan sebelum perdagangan saham di BEI menyebutkan bahwa IHSGdiprediksi lanjutkan penguatan setelah berhasil break dari resistance area 6.950.
Mandiri Sekuritas menyebutkan peluang penguatan terjadi setelah IHSG kemarin ditutup naik tipis dengan posisi harga yang mengalami penguatan minor serta kembali keluar dari area trading range 6.850 – 6.950. Hal ini membuka potensi IHSG mengalami bullish continuation setelah break dari resistance area 6.950.
Baca Juga
Saat Mobil Listrik Sudah Sangat Banyak, Tak Perlu Menambang! Kok Bisa?
Mandiri Sekuritas juga menempatkan empat saham pilihan hari ini, yaitu EXCL, BRPT, AMMN, dan OASA. Saham EXCL ditargetkan menuju Rp 2.520, saham BRPT dengan target harga Rp 1.500, AMMN dengan target harga Rp 4.470, dan saham OASA dengan target harga Rp 250.

