Jelang Libur Panjang Pekan Depan, IHSG makin Terpuruk ke Bawah level 7.300
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/3/2026) atau menjelang libur panjang pekan depan, makin dalam. Kini, IHSG bergerak di bawah level 7.300.
Berdasarkan data BEI hingga pukul 10.00 WIB, IHSG telah melorot sebanyak 72 poin (1%) menjadi 7.289. Penurunan ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham. Pelemahan ini juga sejalan dengan pelemahan mayoritas sektor saham global.
Baca Juga
Bukalapak (BUKA) Cetak Laba Jumbo Rp 3,14 Triliun, Investasi Jadi Penyumbang Utama
Tekanan malin dalam setelah sejumlah saham big cap lanjutkan pelemahan pagi ini, seperti saham MORA, AMMN, PGUN, ICBP, BYAN, BREN, PTRO, hingga INKP. Sebaliknya saham MLPT masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) hari ini.
Penurunan indeks ini menjadikan posisi IHSG BEI sebagai pasar saham dengan pelemahan paling dalam sepanjang tahun 2026 berjalan atau year to date. Hingga kemarin, IHSG telah meloro lebih dari 14,86% atau terburuk di dunia.
Hari ini, IHSG dibuka melemah 23,3 poin (0,32%) menjadi 7.338. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi mayoritas indeks saham global dipicu kenaikan harga minyak.
Baca Juga
Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Panas, Minyak Brent Tembus US$ 100 Lagi
Adapun saham dengan kenaikan paling pesat, yaitu saham MLPT melesat 20% menjadi Rp 23.100, CSMI naik 19,79% menjadi Rp 115, KRYA naik 18,97% menjadi Rp 69, GRIA naik 16,16% menjadi Rp 115, dan HERO naik 16,84% menjadi Rp 458.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 27,28 poin (0,37%) menjadi 7.362,12 dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1 triliun. Net buy terbanyak disumbangkan saham ADRO Rp 209,73 miliar, AADI senilai Rp 196,34 miliar, dan BMRI mencapai Rp 184,83 miliar.
Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, konsumer primer, sektor property, sektor infrastruktur, sektor industry, dan sektor industry.

