Jelang Libur Panjang, Rupiah Tergelincir ke Level Rp 16.081
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah menjelang masa libur panjang, Rabu (8/5/2024), melemah. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah tergelincir 27 poin ke level Rp 16.081 per dolar AS dibanding Selasa (7/5/2024) di posisi Rp 16.054.
Adapun dalam perdagangan spot antarbank Jakarta, seperti dilansir Yahoo Finance, rupiah hingga pukul 16.00 WIB turun tipis 1 poin ke Rp posisi Rp 16.040 per dolar AS dibanding Rp 16.039 pada penutupan hari sebelumnya.
Pemerintah menetapkan 9 dan 10 Mei (Kamis besok dan Jumat lusa) sebagai hari libur nasional untuk memperingati Kenaikan Isa Al Masih. Selama libur dua hari tersebut, kegiatan transaksi di pasar finansial domestik praktis terhenti. Cuti bersama yang 'nyambung' ke hari Sabtu dan Minggu ini biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk rekreasi.
Baca Juga
Research & Education Coordinator PT Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin menilai rupiah pada akhir perdagangan pekan ini masih berada di bawah area psikologis Rp 16.000 per dolar AS.
Menurut Nanang, efek pelemahan rupiah tidak terlepas dari sentiment menguatnya indeks dolar AS yang terjadi sejak perdagangan kemarin dan sore hari ini, ketika pelaku pasar menilai ruang peloggaran suku bunga The Fed masih belum terlihat dalam waktu dekat.
"Tentu karena banyaknya pertimbangan faktor ekonomi lainnya," ujar Nanang kepada investortrust.id di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Nanang Wahyudin mengungkapkan, salah satu pertimbangan The Fed belum melonggarkan kebijakan suku bunga acuan (Fed funds rate/FFR) adalah angka inflasi AS yang masih bertahan di kisaran 3,0-3,5% akibat kuatnya pasar properti.
“Itu mendorong The Fed mempertahankan biaya pinjaman tetap stabil untuk jangka panjang dan mungkin sepanjang tahun,” tutur dia.
Nanang menjelaskan, diperlukan pertimbangan lain bila inflasi merosot lebih cepat seiring penurunan harga minyak global di bawah US$ 80 per barel, ditambah sektor manufaktur dan jasa yang bergerak melambat. Pertimbangan ini memerlukan penyesuaian suku bunga.
Baca Juga
Untuk Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia April Turun 3% ke US$ 136,2 Miliar
"Banyak kalangan memperkirakan Fed bakal memangkas suku bunga pada semester II tahun ini sebanyak dua kali," ucap dia.
Nanang Wahyudin memperkirakan pergerakan rupiah dalam libur dua hari ke depan sangat dipengaruhi indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dan bagaimana menyikapi rilis data inflasi AS pekan depan.
Menurut Nanang, potensi pelemahan dolar AS terbuka ketika pelaku pasar kembali membuat asumsi terhadap angka inflasi terbaru, khususnya inflasi April yang diperkirakan turun dari 3,5% ke kisaran 3,0-3,3%. "Rupiah pekan depan akan bergerak dalam rentang Rp 15.930-16.090 per dolar AS," kata Nanang.

