Jelang Libur Panjang, BI Catat Rupiah Kembali Melemah Kamis Sore
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah merosot menjelang libur panjang, Kamis (28/3/2024) sore, berdasarkan data transaksi spot antarbank di pasar valuta asing Indonesia, Jisdor, yang dirilis bank Indonesia. Kurs rupiah melemah 20 poin ke level Rp 15.873 per USD, setelah hari sebelumnya masih berada di posisi Rp 15.853 per USD.
Sementara itu, fokus pasar saat ini tertuju pada data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), yang akan dirilis pada Jumat besok. Indeks harga PCE ini merupakan ukuran inflasi pilihan bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Gubernur The Fed Christopher Waller memperingatkan bahwa bank sentral di negara adidaya ini tidak terburu-buru untuk mulai menurunkan suku bunga acuan, dengan alasan inflasi yang sulit dan ketahanan ekonomi AS.
Bersamaan dengan rilis data indeks harga PCE, pidato terpisah dari Federal Reserve Chairman Jerome Powell dan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly juga akan disampaikan pada Jumat besok, meski pasar akan tutup karena libur Jumat Agung. Sinyal apa pun dari keduanya mengenai penurunan suku bunga Fed Funds Rate akan diawasi dengan ketat, setelah pejabat The Fed lainnya memberikan nada yang agak hawkish pada minggu ini.
"Untuk perdagangan Senin depan, kami memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif. Namun, ditutup melemah dan bergerak di rentang Rp 15.840 - 15.910 per USD," kata analis rupiah Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (28/3/2024).
Pertumbuhan Ekononi Indonesia
Sementara itu, sejumlah ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2024 tidak jauh dari angka 5%. Hal senada disampaikan analis rupiah Ibrahim Assuaibi.
Kemudian terkait inflasi pangan yang tengah terjadi khususnya untuk komoditas seperti beras, ia memprediksi akan mengalami penurunan. "Karena di bulan Maret sudah masuk musim panen raya dan puncak panen raya terjadi pada April 2024, sehingga harga beras akan kembali turun," kata Ibrahim.
Kemudian terkait inflasi pangan yang tengah terjadi khususnya untuk komoditas seperti beras, ia memprediksi akan mengalami penurunan. "Karena di bulan Maret sudah masuk musim panen raya dan puncak panen raya terjadi pada April 2024, sehingga harga beras akan kembali turun," kata Ibrahim.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, pemberian komponen tunjangan kinerja 100% pada tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi RI 2024. Pemberian komponen tukin 100% ini merupakan upaya pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 sebesar 5,2% year on year (yoy).

