Rupiah Kembali Menguat, Posisi di Rp 16.534 per US$ pada Kamis Sore
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp 16.534 per US$ pada Kamis (9/10/2025). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah menguat 72 poin atau menguat 0,43% dibandingkan Rabu (8/10/2025) yang berada di posisi Rp 16.606 per US$.
Pengamat komoditas dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan dinamika politik AS menjadi salah satu penyebab penguatan indeks dolar AS atau DXY pada perdagangan hari ini. Data Bloomberg mencatat, DXY menyentuh 98,99 pada pukul 16.13 WIB.
Ibrahim menyebut stabilitas politik dan ekonomi AS menjadi pertimbangan pasar. Penutupan pemerintahan atau shutdown pemerintah tak menunjukkan titik berakhir,
“Pemerintah Presiden AS Donald Trump pada Selasa memperingatkan tentang tidak adanya jaminan pembayaran kembali bagi pegawai federal selama penutupan pemerintah,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga
Selain itu, hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) semalam semakin meyakinkan mengenai langkah the Fed yang akan menurunkan suku bunga acuannya. Ini mengindikasikan bahwa the Fed akan memangkas setidaknya dua kali lagi Fed Fund Rate (FFR) dalam tahun ini.
Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut pasar mempertimbangkan posisi cadangan devisa Indonesia yang turun pada akhir September 2025 menjadi sebesar US$ 148,7 miliar. Cadangan devisa tersebut masih sesuai standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap kuat sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga serta neraca transaksi modal dan finansial yang diperkirakan tetap mencatatkan surplus.
Ibrahim memproyeksikan perdagangan rupiah terhadap dolar AS pada esok hari, Jumat (10/10/2025) akan melemah. Perdagangan rupiah terhadap dolar AS berada dalam rentang pada Rp 16.650 hingga Rp 16.600 per US$.

