Minta Kaji Ulang Papan Pemantauan Khusus BEI, Misbakhun: 'It Is Another Speculation'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta regulator mengkaji ulang penerapan Papan Pemantauan Khusus di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai kebijakan tersebut terkesan berlebihan dan terlalu kaku sehingga berpotensi membatasi ruang gerak investor di pasar modal Indonesia.
“Menurut saya perlu (dikaji ulang),” kata Misbakhun menjawab pertanyaan investortrust.id di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Sebelumnya, ia mengaku cukup terkejut ketika otoritas pasar modal memperkenalkan mekanisme papan pemantauan tersebut. Menurutnya, keberadaan aturan khusus dalam papan tersebut justru berpotensi menimbulkan spekulasi baru di pasar.
"Saya agak kaget waktu OJK bikin papan pemantauan. it is another speculation (ini adalah spekulasi bentuk lain)," ucap Misbakhun.
Ia menjelaskan, ruang spekulasi merupakan bagian dari dinamika pasar modal. Namun jika ruang tersebut terlalu dibatasi, maka fungsi pasar modal dikhawatirkan menjadi tidak optimal.
“Kalau spekulasinya ruangnya saya ada tutup, itu sudah bukan pasar modal. Saya waktu itu bertanya, papan pemantauan ini apa maksudnya? Dan itu dibangun oleh siapa? Regulator. Bursa cuma menjalankan perintahnya regulator,” tutur dia.
Baca Juga
BEI Regulasi Penempatan Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Papan Pemantauan Khusus, Ini Poinnya
Misbakhun menilai mekanisme pemantauan sebenarnya sudah melekat dalam aktivitas perdagangan di bursa setiap hari, seiring dengan pergerakan harga saham serta dinamika permintaan dan penawaran di pasar.
“Bursa sendiri volatility itu sudah pemantauan. Daily activities in the Bursa, naik turunnya, permintaan dan demand, permintaan dan penawaran itu sudah (ada) pemantauan itu sendiri. Enggak perlu dibikin papan pemantauan. Kok ini dibikin papan pemantauan secara spesifik dengan aturan yang khusus,” jelasnya.
Meski demikian, Misbakhun menegaskan dirinya tidak bermaksud melakukan intervensi terhadap kebijakan regulator. Ia hanya menyampaikan pandangan agar pasar modal tetap terjaga dengan baik.
“Lah, saya waktu itu, gimana saya mau ngomongnya. Tapi saya kan tidak mau melakukan sebagai politisi yang melakukan intervensi. Yang kita omongin baik, tujuannya kita itu tolong dijaga pasar modal ini harus seperti ini dan sebagainya,” katanya.

