BEI Segera Implementasikan Papan Pemantauan Khusus Tahap II
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) segera mengimplementasikan papan pemantauan khusus tahap II. Otoritas bursa tengah menyiapkan penyesuaian sistem perdagangan tersebut.
"Pada tahap II, kami akan beralih ke papan pemantauan khusus full call auction. Artinya, seluruh saham yang masuk dalam kriteria papan pemantauan khusus akan diperdagangkan dengan mekanisme call auction," ujar Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (02/09/2023).
Baca Juga
Selain itu, menurut Jeffrey, akan ada penyesuaian sesi perdagangan. Sesi perdagangan call auction akan terbagi menjadi lima sesi untuk Senin hingga Kamis dan empat sesi untuk Jumat.
Mekanisme call auction merupakan metode perdagangan yang lebih tepat untuk saham yang transaksinya lebih sedikit, sehingga dapat memperbaiki mekanisme price discovery. Sistem ini juga dapat meredam volatilitas perdagangan saham.
Baca Juga
BEI Catat Outstanding Obligasi Korporasi Tembus Rp 454,82 Triliun
Jeffrey Hendrik menambahkan, sisi aturan minimum harga tetap Rp 1 dan aturan auto rejection akan dipertahankan seperti pada tahap hybrid call auction. Penyesuaian untuk pengembangan tahap II bertujuan memastikan efisiensi dan likuiditas pasar.
"Kami berharap implementasi papan pemantauan khusus full call auction juga dapat meningkatkan aktivitas transaksi dan price formation yang lebih baik untuk saham-saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus selain kriteria likuiditas," papar dia.
BEI telah menyelesaikan evaluasi pascapeluncuran papan pemantauan khusus tahap I hybrid call auction yang menggabungkan mekanisme perdagangan call auction dengan perdagangan continuous auction untuk saham yang memenuhi kriteria tertentu pada papan pemantauan khusus.
Jeffrey mengungkapkan, terdapat peningkatan aktivitas transaksi saham papan pemantauan khusus yang diperdagangkan secara call auction (saham dengan kriteria likuiditas), yang terjadi pada frekuensi, nilai transaksi, dan volume transaksi harian dengan masing-masing peningkatan sebesar 434%, 3.446%, dan 40.099%.
Baca Juga
"Sedangkan saham papan pemantauan khusus yang diperdagangkan secara continuous auction, terdapat penurunan volatilitas harga setelah dua bulan implementasi tersebut. Hal ini ditandai dengan data penurunan standar deviasi pergerakan harian sebesar 45%," ujar Jeffrey.
Jeffrey Hendrik berharap implementasi papan pemantauan khusus dapat mempermudah investor melakukan investasi saham sesuai strategi investasi masing-masing. Juga menjadi jembatan bagi saham-saham yang kurang likuid untuk mendapatkan potensi matching dan price formation yang lebih baik, melalui mekanisme perdagangan call auction.
Namun, Jeffrey tidak menyebutkan kapan persisnya BEI mengimplementasikan papan pemantauan khusus tahap II. Dia hanya mengatakan, otoritas bursa tengah menyiapkan penyesuaian sistem perdagangan tersebut.

