Sempat Melesat 2,2% Intraday, IHSG Sesi I Akhirnya Ditutup hanya Naik 0,71%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (9/3/2026), ditutup menguat 52,15 poin (0,71%) menjadi 7.389,52. Penutupan ini lebih rendah dari level tertinggi intraday yang sempat naik 162 poin (2,2%) dengan rentang pergerakan 7.337-7.499 dengan nilai transaksi Rp 10,16 triliun.
Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan mayoritas pasar saham di Asia. Adapun sektor penopang adalah saham material dasar naik 3,08%, sektor industry menguat 2,49%, sektor konsumer primer naik 1,47%, sektor property naik 1,11%, dan sektor keuangan naik 0,47%. Sebaliknya saham sektor energi turun 0,16%.
Baca Juga
Kenaikan indeks sesi I hari ini ditopang penguatan sejumlah saham big cap berikut, seperti AMMN, ASII, TINS, GGRM, INKP, TKIM, dan PTRO,
Di tengah kenaikan tersebut, saham ini catatkan penguatan pesat, yaitu saham DEFI menguat 26,58% menjadi Rp 100, LRNA naik 25,71% menjadi Rp 220, ALKA menguat 23,89% menjadi Rp 700, YELO naik 21,59% menjadi Rp 107, BESS menguat 21,83% menjadi Rp 1.395, dan NETV menguat 17,65% menjadi Rp 80.
Kemarin, IHSG ditutup turun parah sebanyak 248,32 poin (3,27%) menjadi 7.337. Bahkan, IHSG intraday sesi I sempat anjlok lebih dari 5,5% menjadi 7.156.
Baca Juga
SMI Luncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) Rp 300 Miliar, Tawarkan Kupon Segini
Penurunan dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 4,59%, sektor energi 4,33%, sektor industry 4,04%, sektor property 4,57%, sektor transportasi 5,22%, sektor konsumer non primer 3,50%, dan sektor infrastruktur 3,75%.
Meski IHSG terjerembab, kedua saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu SHID naik 24,50% menjadi Rp 940 dan RANC menguat 24,53% menjadi Rp 660. Kenaikan juga melanda saham OILS sebanyak 17,76% menjadi Rp 252, BSIM menguat 14,92% menjadi Rp 1.040, dan MKAP naik 14,43% menjadi Rp 1.150.

