IHSG Ditutup Anjlok 3,27%, Sebaliknya Saham SHID dan RANC Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/3/2026), ditutup turun parah sebanyak 248,32 poin (3,27%) menjadi 7.337. Bahkan, IHSG intraday sesi I sempat anjlok lebih dari 5,5% menjadi 7.156.
Pelemahan dalam IHSG hari ini sejalan dengan kejatuha seluruh indeks pasar saham Asia, seperti Nikkei, Kospi, Hang Seng, hingga Strait Times. Sebelumnya indeks saham Wall Street juga jatuh pada perdagangan akhir pekan lalu.
Penurunan indeks diperparah kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 4,59%, sektor energi 4,33%, sektor industry 4,04%, sektor property 4,57%, sektor transportasi 5,22%, sektor konsumer non primer 3,50%, dan sektor infrastruktur 3,75%.
Baca Juga
Tekanan indeks juga dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti MLPT, DSSA, BYAN, FILM, GGRM, AMMN, BREN, PGUN, TPIA, dan TINS. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham bank big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski IHSG terjerembab, kedua saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu SHID naik 24,50% menjadi Rp 940 dan RANC menguat 24,53% menjadi Rp 660. Kenaikan juga melanda saham OILS sebanyak 17,76% menjadi Rp 252, BSIM menguat 14,92% menjadi Rp 1.040, dan MKAP naik 14,43% menjadi Rp 1.150.
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan dalam sebanyak 649,79 poin (7,89%) menjadi 7.585,68 sepanjang pekan ini atau periode 2-6 Maret 2026. Kapitalisasi pasar menguap hingga Rp 1.161 triliun atau turun 7,33%.
Baca Juga
Sebaliknya pemodal asing justru mempertahankan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar senilai Rp 2,22 triliun pekan ini. Realisasi tersebut mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya senilai Rp 4,90 triliun.
Data BEI mengungkap penekan utama indeks pekan lalu datang dari pelemahan sejumlah saham big cap, seperti AMMN turun 19,93%, BBRI melemah 6,14%, TLKM sebanyak 9,89%, FILM 47,38%, BRMS sebanyak 17,53%, BRPT mencapai 21,86%, BMRI sebanyak 5,59%, dan ASII mencapai 8,24%.
Seluruh sektor saham juga turun, seperti seperti sektor consumer primer 14,73%, sektor transportasi melemah 12,05%, material dasar anjlok 11,46%, industry 11,09%, infrastruktur 9,32%, property 8,97%, teknologi 8,27%, dan sektor keuangan anjlok 5,46%.

