IHSG Sesi I Jatuh 3,49%, Sebaliknya Saham Dipimpin SHID Tetap Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (9/3/2026), ditutup anjlok sebanyak 264,62 poin (3,49%) menjadi 7.321. Bahkan, IHSG sempat anjlok lebih dari 5,5% menjadi 7.156.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan seluruh indeks pasar saham Asia, seperti Nikkei, Kospi, Hang Seng, hingga Strait Times. Sebelumnya indeks saham Wall Street juga jatuh pada perdagangan akhir pekan lalu.
Penurunan indeks dipengaruhi atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, industry, energi, konsumer non primer, sektor infrastruktur, transportasi, property, dan keuangan.
Baca Juga
Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026 Terbit, Komisi X: Langkah Penting Lindungi Anak di Ruang Digital
Tekanan indeks juga dipicu atas kejatuhan saham-saham big cap, saham FILM, AMMN, BREN, ANTM, TINS, PANI, PGUN, MDKA, dan ASII. Kejatuhan juga melanda beberapa saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BRPT, CUAN, dan CDIA.
Meski IHSG terjerembab, sejumlah saham berikut cetak kenaikan harga pesat, seperti SHID naik 24,50% menjadi Rp 940, SICO menguat 18,12% menjadi Rp 163, OILS menguat 17,76% menjadi Rp 252, dan ASPR melesat 11,38% menjadi Rp 137.
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan dalam sebanyak 649,79 poin (7,89%) menjadi 7.585,68 sepanjang pekan ini atau periode 2-6 Maret 2026. Kapitalisasi pasar menguap hingga Rp 1.161 triliun atau turun 7,33%.
Sebaliknya pemodal asing justru mempertahankan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar senilai Rp 2,22 triliun pekan ini. Realisasi tersebut mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya senilai Rp 4,90 triliun.
Baca Juga
Bos Kadin 'Curhat' ke Gubernur DKI, Minta Afirmasi Bagi Pengusaha Lokal
Data BEI mengungkap penekan utama indeks pekan ini datang dari pelemahan sejumlah saham big cap, seperti AMMN turun 19,93%, BBRI melemah 6,14%, TLKM sebanyak 9,89%, FILM 47,38%, BRMS sebanyak 17,53%, BRPT mencapai 21,86%, BMRI sebanyak 5,59%, dan ASII mencapai 8,24%.
Pelemahan indeks juga dipicu kejatuhan seluruh sektor saham di BEI pekan ini, seperti sektor consumer primer 14,73%, sektor transportasi melemah 12,05%, material dasar anjlok 11,46%, industry 11,09%, infrastruktur 9,32%, property 8,97%, teknologi 8,27%, dan sektor keuangan anjlok 5,46%.

