Saham DCII Seret Jatuh IHSG Sesi I 0,99%, Sebaliknya Tiga Saham Ini Perkasa
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (17/3/2025), ditutup melemah anjlok sebanyak 64,81 poin (0,99%) hingga kembali ke bawah level 6.500, tepatnya 6.450. Kejatuhan dipicu atas auto reject bawah (ARB) saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Berdasarkan data BEI, saham DCII bergerak di zona merah sepanjang sesi I hingga akhirnya ditutup anjlok ARB sebanyak 19,99% menjadi Rp 144.750. Penurunan ARB tersebut merupakan yang kedua secara bertuntuh setelah saham data center ini capai level tertinggi sepanjang masa Rp 226.150 pada 13 Maret.
Baca Juga
Ekspor Capai US$ 21,98 Miliar pada Februari 2025, Naik Secara Bulanan dan Tahunan
Penurunan saham DCII membuat saham sektor teknologi jatuh 11,61%. Koreksi indeks juga dipicu atas pelemahan saham sektor keuangan 1,03%, sektor property 0,30%, sektor consumer primer 0,37%, dan sektor industry 0,31%. Sebaliknya kenaikan tertinggi melanda saham sektor material dasar 2,22%.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham torehkan penguatan megesankan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,72% menjadi Rp 444, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 24,17% menjadi Rp 298, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) naik 22,14% menjadi Rp 171, PT Hotel Fitra International TbK (FITT) melesat 17,69% menjadi Rp 153, dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) naik 13,54% menjadi Rp 109.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam sesi I, yaitu saham PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI), PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT DCI Indonesia TbK (DCII), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE).
IHSG akhir pekan lalu ditutup melemah sebanyak 131,79 poin (1,98%) menjadi 6.515. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham jumbo hingga Rp 1,77 triliun melanda PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 501,99 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 292,36 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 267,75 miliar.
Baca Juga
Usai Rilis Kinerja hingga Februari, Dua Sekuritas Ini Patok Target Tinggi Saham BCA (BBCA)
Pelemahan IHSG terjadi setelah saham emiten data center DCII anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,99% dari Rp 226.150 menjadi Rp 180.950. Pelemahan ini membuat saham sektor teknologi melemah 12,71%.
Saat indeks anjlok, tiga saham ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) naik 34,51% menjadi Rp 152, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) naik 24,86% menjadi Rp 432, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 24,50% menjadi Rp 940.

